Strolling

Jalan-jalan di palau bisa dilakukan hanya dalam sehari, karena Palau kecil 🙂  jangan dibandingkan dengan Bali atau bahkan Indonesia. Apa  saja yang bisa dikunjungi? Check it out..

Belau National Museum

Tiket masuknya USD 2 untuk local atau yang punya working permit. Kalau tourist USD 5. Tidak boleh memotret disini. Menurut sejarah nenek moyang orang Palau adalah penjelajah dari Indonesia kemudian datang orang Philiphine sekitar 3000 tahun yang lalu. Kontak pertama dari dunia barat pada tahun 1521 saat Magellan mendarat di palau. German membeli Palau dari Spanyol untuk mengusai copra dan phosphate di palau. Pada tahun 1899 german menguasai ¾ perdagangan copra di Palau, hingga tahun 1906 Palau dihantam typhoon yang mengancurkan stok copra di Palau.

Saat Perang Dunia pertama berakhir Jepang menguasai hampir semua Pulau di wilayah Pacific. Jepang menjadikan Koror sebagai ibukota kepulauan Micronesia. Saat itu banyak orang Jepang yang imigrasii ke Palau, mereka membangun perekonomian dan banyak mempengaruhi kebiasaan dan budaya Palau hingga saat ini.Setelah Perang Dunia kedua palau di bawah pengawasan US sampai kemudian dimerdekakan pada 1996.

Selain sejarah Palau, disini kita bisa melihat peninggalan sejarah abad 19 antara lain :

OLBIDEL

Lampu tanah liat yang menggunakan minyak kelapa sebagai bahan bakarnya, dicatat digunakan pada tahun 1889 dan merupakan alat penerangan satu-satunya di wilayah Micronesia pada zaman itu.

OLECHOLL

Gelang yang terbuat dari tulang tengkorak dugong.dibagi menjadi tiga, tulang tengkorak paling atas dipakai oleh pemimpin yang stratanya lebih rendah. Tulang tengkorak bagian tengah digunakan oleh pemimpin tinggi . Tulang tengkorak ketiga yang diambil dari tengkorak diantara kepala dan leher, digunakan oleh seseorang yang mempunyai keberanian tinggi atau yang mereka anggap pahlawan.

OCHERAOL

Ini adalah kebiasaan Palau untuk datang dan berkumpul di suatu rumah, dengan melibatkan uang, makanan, pertukaran, kalau di Indonesia semacam arisan. Hanya saja yang datang biasanya membawa sembako atau makanan yang nantinya bila ada keluarga yang menyelenggarakan ocheraol, kita diharuskan mengembalikan yang sama seperti saat mereka datang ke ocheraol kita.

TOLUK

Dikenal juga sebagai mas kawin untuk wanita, digunakan juga untuk tray persembahan saat ada acara adat. Toluk melambangkan gengsi dan harta pusaka, karena merupakan barang berharga sekarang Toluk hanya digunakan sebagai alat tukar pembayaran wanita pada saat acara adat.

UDOUD

Dikenal juga sebagai Palauan Money, UDOUD beredar dalam adat kelahiran, pernikahan dan kematian.

BAI

BAI adalah rumah adat Palau. Ada 2 macam Bai satu sebagai tempat pertemuan resmi dan satu lagi adalah rumah tempat berkumpulnya para pria untuk ngerumpi 🙂

KABEKEL

Ini adalah Kano raksasa untuk perang yang panjangnya sekitar 15 meter dan dapat mengangkut 32 orang.

Epitson Museum

Museum ini milik mantan presiden Palau, tiket masuk USD 5 untuk tourist sedangkan local dan pemilik working permit free entry. Museum ini menyimpan koleksi peninggalan sejarah Palau dan Negara-negara Micronesia.

Palau Aquarium

Tiket masuknya USD 3 bagi pemegang Working permit dan local, tourist USD 5. Palau aquarium juga gak bisa dibandingin sama Sea World di Jakarta J tapi cukup menarik untuk dikunjungi.

Mari kita mulai tournya 😀

Di pintu masuknya ada informasi tentang” Palau Island” dan “Legend of Chuab” ( legenda tentang terjadinya Palau Island ).

Kemudian touring dimulai di area “Mangrove” dengan ikan yang hidup di Mangrove area. Berlanjut ke area “Seagrass Bed”, bisa kita lihat sekumpulan rabbitfish di habitat ini. Lebih jauh lagi kita akan melihat “Inner Reef”, rumah dari Ikan Napoleon, a white tip reef shark, green turtle, giant grouper dan eels. Kemudian di wilayah “Reef Crest”di habitat ini air bebas dari kekeruhan dan tidak perlu menganti kadar garam karena  area ini banyak menerima sinar matahari sehingga algae banyak hidup disini dan  banyak coral yang hidup sibur disini. Dari 650 species corals didunia Palau memiliki lebih dari 400 species

“ Marine Lake “ di aquarium ini hidup ubur-ubur paling terkenal di palau, The Golden Mastigia Jellyfish. Ubur –ubur yang hidup di jelly fish lake Rock Island, ubur-ubur yang sudah kehilangan kemampuannya menyengatnya. “ Camouflage” disini adalah habitat makhluk laut yang bisa melakukan kamuflase dengan warna, bentuk bahkan mimikri untuk mengelabui predator mereka.” Creature of the Deep” baru disini saya bisa melihat dengan mata kepala saya sendiri—Palau Nautilus—yang disebut juga sebagai fossil hidup. Disebut fossil hidup karena hewan yang termasuk satu species dengan cumi-cumi, gurita dan cuttlefish ini sudah hidup sejak jaman purba. Bentuknya seperti cumi-cumi tapi ada cangkangnya. Nautilus bertelur 1-2 butir pertahun dan masa incubasinya perlu 9=14 buln tergntung temperature air laut. Nautilus bisa hidup hingga 15 tahun.

“ Cave Creatures “ hewan-hewan yang hidup disini hanya keluar sat malam hari. Ada ikan yang bisa mengeluarkan cahaya..kerennn…. “ Symbiosis “ disini hidup hean-hewan yang melakukan symbiosis mutualistis seperti coral dengan sea anemone dan enemone fish ( nemo ), udang goby dengan udang pistol. “ The Outer Reef “ disini hidup angelfish, butterflyfish, dan banyak lagi.” Coral Biology “ detail tentang species coral yang dapat ditemui di perairan Plau ada disini., termasuk brain coral, mushroom coral, blue coral, cat eye coral.

Disini juga dipelihara 2 buaya air asin. Buaya air asin dewasa bisa mencapai ukuran panjang 7 meter. Buaya betina lebih kecil, maksimal panjang 2,5 meter. Biaya air laut sering dijumpai  di Australia utara, New Guinea dan Indonesia.   Kadang juga ditemukan di Sri Lanka, India bagian timur, Vietnam, Kalimantan, Philippine, Palau, Vanuatu, dan Solomon Island.

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Palau and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s