Visa (Malu bertanya sesat di jalan)

Sebenarnya saya setuju dengan pepatah diatas, hanya saja pengalaman yang saya alami akhir-akhir ini membuat saya berfikir ulang. Memang benar, dengan bertanya kita akan jadi tahu informasi apa yang kita butuhkan. Tapi dengan bertanya juga kadang kita menjadi ragu dengan keputusan yang akan kita ambil.

Kejadian pertama yang saya alami adalah saat saya akan apply VISA Jepang. Saya sempat bertanya pada teman yang asli orang Jepang, apakah sulit mendapatkan Visa. Jawabannya sungguh tidak mengenakkan, menurutnya  sulit untuk mendapat Visa Jepang bahkan hanya untuk holiday. Karena menurutnya Jepang sedang dalam krisis ekonomi, mereka berhati-hati sekali untuk menerima turis karena mereka takut turis tersebut akan menjadi imigran di Jepang. Yaelahhhhh!!!

Saya bukannya bertanya ke sembarang orang, dia adalah seorang director yang bekerja di  sebuah hotel terbaik di Palau. Saya berasumsi dia pasti tahu banyak informasi-informasi penting dibandingkan dengan staff biasa.  Nyali saya langsung ciut, tapi saya beranikan diri untuk tetap mendatangi Japan Embassy. Setidaknya kalau memang ditolak, saya benar-benar tahu alasannya.  Di luar dugaan, Visa holiday saya ke Jepang  approved  hanya dalam jangka waktu 5 hari. Orang yang bekerja di Japan embassy juga sangat membantu,mereka ramah dan  tidak berbelit-belit.

Kejadian kedua saat saya akan apply Visa USA sebagai alien on transit, saya bertanya pada ibu-ibu yang kerja di ticketing sebuah maskapai penerbangan. Dengan pe-de nya dia menjelaskan kalau apply VISA USA sangat sulit, bisa satu bulan lebih dan berbelit-belit. Saya tetap tidak menyerah, walaupun akan kehilangan USD 160 bila aplikasi saya ditolak. Tahukah anda berapa lama proses VISA USA saya? Hanya 5 hari juga 😀

Kesimpulan dari dua pengalaman saya diatas adalah, memang benar bila anda tidak berani bertanya maka anda tidak akan tahu apa-apa. Tapi lebih tepat lagi adalah bertanyalah pada yang kompeten, carilah informasi dari orang yang tepat karena bila anda bertanya pada orang yang salah maka informasinyapun akan salah. Apalagi bila apes bertanya pada orang yang sok tahu, nanya A jawabnya B. Bukannya kita mendapatkan informasi yang kita inginkan, malah bisa berakhir dengan patah semangat, bahkan mempunyai kesimpulan yang salah seumur hidup.

Kesimpulan lain adalah “ Jangan takut mencoba. “ Kalau belum dicoba bagaimana kita tahu kalau itu sulit atau mudah, manis atau pahit. Kalau saya berhenti saat menerima informasi bahwa sulit mendapat Visa Jepang atau USA   maka saya tidak akan pernah dapat Visanya. Betul??

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Palau and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s