Japan

Kabar terakhir yang saya terima wisatawan Indonesia akan bebas Visa bila berkunjung ke Jepang akan terealisasi pada February 2015. Jepang memang worth untuk dikunjungi, different side of Asia? Ya…memang bener banget!!! Jadi kalau memang anda berniat kesana, silahkan browsing banyak-banyak informasi, kemudian pastikan apa yang menjadi tujuan wisata anda. Apakah history, belanja, petualangan? Kalau tidak ingin repot dan waktu sempit bisa pilih pakai Tour/ travel agent. Tapi kalau waktunya bisa lebih fleksibel dan mau sedikit berhemat bisa backpacker-an, dengan catatan harus lebih rajin mencari informasi.

Penerbangan dari Jakarta ke Narita atau Haneda Jepang sudah banyak dan sekarang sering ada promo tiket murah, rajin-rajin dhe browsing. Bandara Narita walaupun besar tapi tidak semegah Incheon Korea. Fasilatas shower pun di Narita harus bayar, Narita lebih terkesan efisien dari pada luxury.

Saat tiba di bandara jangan takut kalau tidak bisa berbahasa Jepang sama sekali, silahkan ke mbak-mbak bagian informasi. Disana juga ada booklet tentang Bandara Narita dalam bahasa Indonesia. Tips dari saya, begitu tiba di Bandara tukar mata uang kita ke Yen, kemudian mendatangi bagian informasi. Tanyakan bagaimana kita kalau ingin sampai ke hotel kita. Mereka akan dengan detail menjelaskan harus naik ini, kemudian kesini, dan lain-lain. Kemudian beli dhe tiket kereta atau bus disebelah informasi.

Transportasi

Tarif Taxi sangat mahal di Jepang, usahakan menggunakan transportasi umum. Transportasi umum di Jepang sangat efisien baik itu Kereta, bus maupun tram. Bila jarak yang di tempuh jauh seumpama dari Tokyo ke Osaka atau Kyoto dan waktu kita tidak banyak bisa menggunakan Shinkasen ( bullet train ). Shinkasen ini berkecepatan 250-300km/ jam. Rencananya Jepang akan merealisasikan super Shinkasen dengan kecepatan 5ookm/ jam di tahun 2018. Rute dan tariff bisa browsing di www.japanrail.com. Tapi bila banyak waktu dan ingin menghemat pengeluaran bisa dengan kereta regular. Kereta regular sangat efiesien di Jepang, turun dari kereta dan mau melanjutkan ke kereta berikutnya tidak perlu menunggu lama. Bahkan selama 4 hari saya berkereta ria di Tokyo, setiap turun kereta, sudah menunggu kereta berikutnya ke tujuan selanjutnya. Pembelian tiket Shinkansen harus dilakukan sebelum anda tiba di Jepang, bisa pesan melalui onlne atau via travel agent. Kalau tiket kereta kita belinya di mesin pembelian tiket yang ada di setiap stasiun sebelum kita naik kereta. Mesinya berbahasa Jepang dan Inggris, kalau kita tidak pasti berapa koin yang harus kita masukkan untuk tiket tujuan kita, anda bisa bertanya pada petugas kereta dekat mesin pembelian tiket. Setelah memasukkan sejumlah koin yen maka tiket akan keluar dari mesin sekaligus kembalian uang kita bila ada. Kemudian tiket kita masukkan ke mesin di pintu masuk gate, gate terbuka dan kita bisa masuk. Setelah turun di stasiun kereta tujuan kita, kita akan perlu memasukan kembali tiket kita untuk membuka gate.bila tidak maka pintu tidak bisa terbuka,dan artinya kita naik kereta belum bayar, maka harus bayar dulu baru petugas mau membukakan pintu untuk kita 😀 Jadi gak ada yang bisa ngemplang disini!

Selain pembelian tiket melalui mesin, bisa juga menggunakan kartu pass SUICA yang bisa dibeli seharga nominal tertentu. Penggunaanya tinggal di scan di gate dan otomatis dikurangi nominalnya sesuai dengan tujuan yang telah kita tempuh. Canggih banget ya sistemnya. Kabarnya Taiwan dan Korea selatan juga berusaha meniru system kerja transportasi kereta Jepang ini, hanya hasilnya  belum maksimal.

Ada jalur-jalur tertentu di dalam kota yang tidak dilalui kereta, kita bisa menempuhnya dengan naik bus. Kita harus menunggu di halte ( karena bus disini tidak sembarangan menurunkan dan menaikkan penumpang ). Saat naik sebelum melewati bangku sopir kita harus memasukkan sejumlah koin ( sesuai tariff jalur yang akan ditempuh ) kemudian baru kita bisa masuk. Walaupun bus dan kereta di Jepang sering penuh sesak tapi tetap nyaman, mungkin karena ber AC dan bersih.

Di tempat tertentu Rope Way atau kereta gantung merupakan alat transportasi utama, contohnya di hakone. Untuk Hakone akan saya ceritakan lebih detail di bagian lain.

Di Jepang hampir setiap satu keluarga memiliki satu Family car. Mobil itu hanya digunakan setiap week end, sedangkan untuk hari biasa ( week days ) mereka akan menggunakan transportasi publik. Hal ini diterapkan untuk menghindari kemacetan di jalan raya ( patut di contoh Indonesia!!! ).

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Japan and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s