Onsen

Saya pernah membaca buku @TrinityTraveler ( Naked Traveler )  yang menceritakan saat jalan-jalan ke Jepang. Mbak Trinity mencoba Onsen ( mandi bareng di sumber air panas ).  Dalam pikiran saya saat itu…”idihhh kalau saya gak dhe, jangankan mandi bareng-bareng sama yang gak dikenal, trial massage sama staff di kantor saja  saya malu 😛 “. Tapi kita memang benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Kadang prinsip kita berubah karena satu atau dua alasanan.

Onsen merupakan kebiasaan masyarakat Jepang sejak dulu untuk mengusir hawa dingin dan membangkitkan energy / stamina sebelum memulai pekerjaan atau aktivitas. Sumber air panas yang paling terkenal di Jepang ada di wilayah Hakone. Disini banyak sekali sumber air panas, ada yang campur ada yang dipisah cowok dan cewek, ada juga yang menjadi fasilitas hotel. Di Hakone alat transportasi umum menggunakan Rope Way, Train, Shinkasen, Bus, Ferry, cable car. Di wilayah ini kita harus beli one day pas untuk bisa menggunakan alat transportasi itu dengan free, juga masuk ke beberapa tempat wisata tanpa membayar lagi.

Saya tinggal di Prince Hakone Hotel, hotelnya bagus dan letaknya strategis  di belakangnya ada Danau dan punya private onsen. Onsennya terpisah antara cowok dan cewek, dan masih dipisah indoor atau out door.  Hari itu adalah hari kedua saya menginap di Prince Hakone, hari pertama saya habiskan untuk keliling sekitar hotel dan membeli souvenir di arcade hotel. Cuaca saat Spring rupanya masih lumayan dingin, saat saya kesana di Tokyo city yang harusnya 24 derajat celcius sempat drop ke 17 derajat. Walahhh…baru 17 derajat kok sudah kayak gini dinginnya.  Kalau Hakone karena di penggunungan ya…suhunya segitu terus, itu saja sudah hangat katanya…brrrrrr! Hari kedua pagi-pagi saya sudah hunting photo, walau jari saya dingin hampir beku ( hampir gak bisa mencet kamera ) saya paksakan untuk keliling area hotel. Puas mengambil gambar saya memutuskan untuk mencoba onsen. Saya ke area onsen yang terletak di sebelah danau, tamu inhouse disarankan untuk menggunakan rope/kimono yang telah disediakan disetiap kamar hotel. Tamu luar boleh menggunakan fasilitas ini dengan membayar, kalau tamu in house hanya perlu menunjukkan kunci kamar.

Kemudian kita masuk ke area locker dimana sandal atau sepatu  harus dilepas di area ini, kalau membawa barang berharga boleh diletakkan di locker. Kunci locker diikatkan pada rubber bracelet yang kita pakai saat rendaman dan shower. Di area locker ini disediakan sekitar 12 tempat duduk dan kaca rias berserta hand body lotion, hair dryer serta face moisturizer. Harumnya..hemmmmm….pengennya bawa pulang satu botol besar 😀 Setelah melepas semua pakaian di area locker kita diharuskan shower terlebih dahulu dengan menggunakan sabun dan boleh sekalian keramas kalau mau. Setelah mandi bersih-bersih baru boleh nyemplung di onsen. Di Prince Hakone onsen in room nya bisa muat 10 orang, kalau mau yang di luar bisa sampai 20 orang. Yang di luar lebih enak karena bila cuaca cerah bisa sekalian lihat gunung Fuji. Sayangnya saat saya disana memang Fuji selama 3 hari tertutup kabut sepanjang hari.

Yang memakai onsen di Jepang itu dari nenek-nenek 70 tahun sampai Balita 4 tahun. Dan memang terbukti banget ya…habis onsen saya merasakan energy saya seperti di charge dan sepanjang hari gak berasa kedinginan. Pantas saja orang Jepang suka banget ber onsen ria.

Yang patut di catat adalah bila kita bertatoo kita tidak boleh menggunakan onsen umum, mereka hanya boleh menggunakan onsen private..yaaa…contohnya seperti yang di hotel Prince Hakone ini. Ini adalah pengalaman pertama saya mandi di pemandian air panas dan harus saya akui saya menyukainya. Tapi kalau di Indonesia mungkin saya harus berfikir dua kali ya, lha kalau sudah panas kayak gini hawanya terus mandi di sumber air panas kan seharian saya keringetan dan kepanasan, yang ada saya dehidrasi 😛

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Japan and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s