Japan ( Part 2 )

Oleh – oleh

Sebagai orang Indonesia oleh-oleh atau buah tangan merupakan hampir menjadi kewajiban bila kita pulang dari liburan atau mengunjungi suatu tempat baru. Baik itu di dalam negeri  maupun bila kita melakukan perjalanan ke luar negeri. Budaya membawa oleh-oleh untuk keluarga, teman atau tetangga ini bukan hanya milik bangsa Indonesia, tapi orang Jepang dan China juga melakukannya. Oleh – oleh bisa merupakan makanan ringan ( snack, kue, bahkan sayur dan lauk sebangsa rendang )pin , souvenir, dan masih banyak lagi. Saya pribadi lebih suka membeli pin sebagai oleh-oleh karena kecil jadi tidak makan tempat. Kalau kita jalan-jalan ke Jepang kira-kira apa saja yang bisa dijadikan oleh-oleh? Disini saya menyarankan beberapa items yang tidak terlalu berat dan berkesan bagi yang menerima, antara lain :

  1. Sapu tangan, syal, bandana

Bentuknya lucu-lucu, ada yang maskulin dan ada yang feminine. Harganya sih tidak murah tapi di jamin tidak ada yang jual di Indonesia, karena coraknya berbeda. Kalaupun ada dijual disini palingan import dari Jepang. Harga berkisar $ 10 ke atas.

  1. Boneka Daruma

Boneka ini terbuat dari kayu, berupa wajah merah dan hanya kepala saja. Orang jepang percaya bahwa boneka Daruma adalah boneka harapan. Bila kita telah mempunyai boneka ini kita boleh berharap satu hal, dan bila harapan atau cita-cita kita telah tercapai kita boleh member warna hitam pada matanya. Ya…boneka ini saat kita beli bola matanya masih berwarna putih. Ukuran boneka tanugui bermacam-macam, jadi harganya nya pun bermacam-macam dari yang paling kecil termurah $ 5 sampai $ 30 yang besar.

Daruma

Daruma

  1. T-shirt

T-shirt juga merupakan favorit saya untuk oleh-oleh. Harganya berkisar $ 10 di daerah wisata seperti asakuza sampai dengan $ 30 yang biasa dijual di bandara.

  1. Pin

Pin bendera Jepang agak susah nyarinya, karena saya keliling di bandara gak ada. Biasanya dijual di tempat wisata seperti di Gunung Fuji atau di Kuil. Harganya berkisar $ 4

  1. Key chain ( gantungan Kunci ), magnet kulkas.

Dimana-mana gampang nyarinya, harga bervariasi dari $ 4 sampai $7

  1. Makanan dan minuman

Jepang banyak sekali kulinari yang bisa dipakai untuk oleh-oleh. Karena pada dasarnya mereka juga suka beli oleh-oleh berupa makanan, maka snack mereka dibuat packaging nya sangat menarik. Ada monju ( seperti pia yang isinya dan rasanya macam-macam ), Sake ( arak asli Jepang ), Berbagai macam rice creaker ( kerupuk beras ), bakso ikan. Semuanya dibungkus satu-satu dalam plastic kemudian dibungkus lagi satu plastic besar.cocok buat oleh-oleh yang bisa dibagi=bagi temen satu lantor. Harga berkisar $ 10 ke atas.

Japanese

Walaupun sama-sama Negara Asia tapi Jepang memang jauh lebih maju segala-galanya dari Indonesia. Tapi walaupun begitu, adat dan tata cara hidup timur masih melekat di masyarakat Jepang. Mereka sangat hormat dengan orang yang lebih tua, mereka sopan dan ramah pada tamu atau tourist. Dan sangat penolong. Saat saya tidak tahu jalan, mereka akan dengan serta merta buka hp dan cari alamat yang saya tuju. Mereka dengan bahasa Inggris yang satu dua atau bahkan gak bisa sama sekali akan berusaha menjelaskan kepada saya. Begitu juga saat di stasiun kereta saya tidak tahu cara membeli tiket, mereka akan menolong kita dan memperlihatkan caranya. Jadi walaupun kita tidak bisa bahasa Jepang selama kita di Tokyo gak bakalan kesasar dhe…yang penting mau Tanya aja. Tapi ada tips khusus untuk bertanya, usahakan bertanya pada orang yang pakai seragam, atau ibu-ibu. Karena bapak-bapak atau mas-mas jepang walaupun mereka bisa bahasa Inggris mereka memilih untuk menjawab dengan bahasa Jepang. Mereka malu kalau dikira bodoh atau salah berbahasa Inggris, jadi kalau tidak fluent mereka tidak berani ngomong Inggris 😀

Di stasiun di kereta api orang Jepang tidak ada yang bercakap-cakap. Karena kebanyakan mereka berangkat sendiri, tidak ber-group. Selama menunggu mereka akan sibuk dengan HP atau membaca buku.

Iklim

Jepang adalah Negara 4 musim, jadi mereka mengalami musim Semi, panas, gugur dan dingin. Saat yang paling nyaman untuk mengunjungi Jepang adalah saat musim Semi dan musim gugur. Tapi tentu saja bila anda ingin melihat salju ya…harus datang di musim dingin. Di musim panas udaranya gerah dan humit jadi tidak terlalu nyaman. Kalau ingin melihat sakura anda harus datang di musim semi antara Maret sampai Mei. Kalau ingin mendaki gunung Fuji ya harus datang di musim Panas. Jadi tentukan dulu apa yang ingin anda lihat di Jepang kemudian tentukan pada musim apa anda akan datang. Selamat berlibur!

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Japan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s