Family Vacation

We are de Haan Family

We are de Haan Family

Liburan bersama keluarga besar biasanya jauh lebih ribet dibandingkan dengan liburan sendirian atau hanya bersama main family ( bapak, ibu dan anak ). Sebagian kita pasti ingat dengan film “ Home Alone “ bagaimana seorang anak kecil sampai ketinggalan di rumah sendirian karena saking repot dan ribetnya. Saya tidak pernah menyangka akan mengalami liburan yang hampir sama seperti itu.

Liburan Natal 2014 kemarin keluarga besar suami merencanakan liburan bersama di Bali. Saudara yang dari Kupang, Jogjakarta, Malang dan Jakarta semua datang. Sebagai yang tinggal di Bali, otomatis semua perencanaan diserahkan kepada keluarga saya dan 2 keluarga kakak ipar saya. Kita sengaja tidak ikutan paket tour karena kita sudah menguasai medan 😛  Temanya liburan keluarga maka yang dipentingkan adalah kenyamanan. Dari alat transportasi, hotel, sampai dengan makanan ( jangan pedes untuk anak kecil, harus ada yang pake sayur, hanya ada yang bisa makan ayam goreng… J ), termasuk kegiatan apa saja yang akan dilakukan mengisi liburan.

Liburan yang sudah direncanakan satu tahun ini berusaha mengakomodir keinginan dari 9 kepala keluarga dengan total 28 pax. Itu bukanlah pekerjaan yang mudah, apalagi di hari “ H” rencana yang matang bisa berantakan karena ada yang telat bangun, atau mengubah rencana 😛 Dua kakak ipar saya dan suami selama setahun itu berkomunikasi dengan ipar-ipar di luar bali, mereka saling WhatsApp untuk berdikusi. Diputuskan untuk tinggal selama 4 hari 3 malam di The Berry Hotel Kuta. Hotel bernuansa ungu ini dekat dengan pusat oleh-oleh Krisna dan banyak tempat makan di sekitar jalan Dewi Sri.

Akhirnya dipilih aktivitas main Futsal dan Billyard di AUGI Sport center, Makan malam di Warung Nyoman Sea Food Jimbaran, mengunjungi Pusat informasi Mangrove, berenang tiap hari di Hotel Pool dan foto keluarga. Walaupun sudah direncanakan dengan matang tapi tetap saja ada heboh di sana sini. Ada kakak ipar yang istrinya terkunci di mobil saat di Pantai Sanur, Papa mertua yang terkunci di mobil saat akan photo shooting, tunggu-tungguan mobil di bypass dengan emosi tinggi, ada juga yang kelaparan nunggu makanan datang 😀

Perencanaan yang menguras emosi dan hari-hari liburan yang banyak suka dukanya, saat telah selesai yang ada hanyalah senang dan kenangan yang tak terlupakan bahkan menggelikan. Bagaimana saya dan suami yang ogah jadi driver ( maklum anak dan menantu “ Harap Gampang “ ) Ada juga acara dimana saya dan kakak ipar yang menertawakan suaminya karena emosi tunggu-tungguan di bypass. Intinya kalau dibawa happy akhirnya jadi seru juga. Walaupun lebih simple liburan sendirian tapi liburan keluarga besar juga punya cerita seru dan nuansa tersendiri, lain dari yang lain. Maka bila belum pernah, sempatkanlah untuk melakukan liburan dengan keluarga besar, apalagi kalau kedua orang tua kita masih ada. Mereka pasti bahagia dikelilingi anak dan cucu-cucunya yang ganteng dan cantik. Have fun!!!!

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Bali. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s