Public Transport in Denpasar

15 tahun yang lalu saat saya sampai di Bali untuk bekerja, saya agak kesulitan dengan public transport. Ada bus Damri tapi trayeknya Batu Bulan ke Nusa Dua via By pass Ngurah Rai. Ada Bemo atau angkot tapi trayeknya muter jauh dari tempat saya tinggal. Akhirnya diputuskan untuk bawa mobil kesayangan saya dari Yogya ( si Bulbul ). Datang si Bulbul masalah lain muncul, kalau pakai mobil agak sulit cari kost-kosan murah. Kebanyakn kostan murah di Bali berada di jalan atau gang sempit. Kalau mau bawa mobil biasanya kost di tempat elit yang harga sewa bulanannya lebih besar daripada gaji saya 2 bulan 😀 Jadi dhe saya ngekost di rumah teman tante saya, dengan konsekwensi agak jauh dari kantor.

Saat mobil saya dijual saya sempat menggunakan jasa bus Damri untuk berangkat kerja ke Nusa dua, tapi saya naiknya dari Sanur. Jadi saya numpang mobil teman dari Pulau Kawe ( kost saya ) kearah sanur, sampai by pass Sanur naik Damri ke Nusa dua, berhenti di mumbul. Dari mumbul menuju komplek BTDC naik ojeg 😛 . Pulangnya saya selalu numpang teman. Karena sulitnya transportasi umum maka saya beli motor. Memang kalau dihitung-hitung waktu dan rupiah lebih hemat naik motor.

Sekarang Denpasar sudah punya Trayek Bus SARBAGITA, busnya lebih bagus dari Damri dan ada trayek angkot pengumpan. Jadi daerah yang tidak dilewati Bus besar akan dilewati angkot yang mengarah ke halte sarbagita. Busnya lebih keren dari pada Damri yang dulu pernah saya gunakan. SARBAGITA ber AC dan ada tempat duduk khusus ( kursi prioritas) untuk Manula, ibu hamil, ibu menyusui. Banyak anak saya di Hotel yang menggunakan jasa sarbagita, karena bus ini masuk sampai komplek BTDC. Jam operasinya dari pagi pukul 4.30 sampai malam pukul 9.00. BIayanya juga murah dewasa Rp. 3.500 sedangkan anak-anak atau pelajar Rp. 2.500. Jam kedatangan setiap 15 menit.

Saya, suami dan anak iseng pengen nyobain, kita naik dari Halte Hardys Nusa Dua dan berhenti di Halte Simpang Siur. Lumayan sih, layak untuk digunakan dan digalakkan. Selain mengurangi kemacetan karena penggunaan transportasi pribadi, juga hitung-hitung olah raga. Karena Halte awal dan halte tujuan tempat kita naik dan turun mungkin letaknya tidak pas di depan tempat yang kita tuju. Jadi kita jalan dikit lah…. 🙂  Biasa aja kalau di Luar negeri ya…kalau di Bali kita jadi berasa bule 😛

 

 

 

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Bali and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s