Made in Bali

Statue @ Simpang Siur

Bali atau yang juga dikenal dengan Pulau Dewata memiliki banyak keunikan budaya yang sampai sekarang masih dilestarikan. Tidak bisa dipungkiri bahwa dengan semakin majunya suatu daerah, pengaruh kebudayaan luar ( baik dalam maupun luar negeri ) akan semakin mewarnai budaya asli. Saya mengakui banyak warga bali yang sudah kebarat-baratan pemikirannya atau pun kelakuannya, tapi masih banyak juga warga Bali yang berusaha melestarikan adat istiadatnya. Mayoritas yang saya amati, warga Bali masih tunduk patuh pada adat setempat, walaupun sudah hidup di era globalisasi.

Saya hidup dan besar di tiga kota, selama saya tinggal di Bali, Jogya dan Papua, saya tidak pernah sekalipun merasa disingkirkn atau tidak diterima di lingkungan mereka. Tapi  saya bisa melihat disetiap kota ada pihak yang picik yang merasa warga lain yang masuk ke lingkungannya akan mengotori atau membuat mereka kehilangan identitas sedikit demi sedikit. Tapi ada juga yang berfikiran terbuka, bahwa sederas atau sebanyak apapun orang asing, atau suku lain yang masuk dan berbaur di lingkungannya, kalau pihak kita sendiri tetap setia pada ajaran adat, maka kehadiran pihak luar bukanlah suatu ancaman.

Lihatlah berapa banyak warga Batak, Jawa, Padang, Makasar, Papua ataupun Bali yang tinggal tidak diwilahnya, dan mereka dapat hidup damai serta saling menghormati dengan lingkungan tempat mereka tinggal. intinya bila yang didatangi menerima dengan tangan terbuka, dan yang datang menghomati adat istiadat tempat mereka tinggal semuanya baik-baik saja. Alangkah indahnya Bhineka Tunggal Ika di Negara kita ya.. J

Saya ingin berbagi pengetahuan sedikit tentang adat dan kebudayaan Bali. Salah satunya adalah, orang Bali sudah mengenal Keluarga Berencana sejak lama. Hal ini dapat dilihat dengan cara mereka memberikan nama anak hanya sampai anak ke 4. Setelah anak ke 4, bila ada anak kelima maka akan dinamai kembali ke nama anak pertama. Penamaannya sebagai berikut :

Anak pertama                   : Putu, Gede, Wayan

Anak kedua                        : Kadek atau Made

Anak ketiga                        : Komang atau Nyoman

Anak keempat                  : ketut

Bila anak perempuan biasa di depan ada tambahan NI ( Ni Putu Sukawati ), bila anak laki-laki ada tambahan I ( I wayan Putra ). Itu bila kastanya biasa. Atau disebut Sudra. Untuk pembahasan Kasta lebih lanjut akan saya tulis di lain bahasan.

 

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Bali and tagged , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to Made in Bali

  1. Ari says:

    Om Swastiastu mbak Nandha, semoga ikut membantu melestarikan kebudyaan kita.Dan ikut berpartisipasi membimbing generasi muda Bali untuk lebih maju.Suksma,Ari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s