Borobudur

Borobudur Temple

Borobudur Temple

Tercatat sudah tiga kali saya mengunjungi Borobudur, tapi saya tidak pernah bosan. Candi peninggalan agama Budha ini pertama kali saya kunjungi tahun 1985an saat saya masih SD. Saat itu yang terbayang adalah…panasssnyaaaa!!! Juga tanjakan/ tangganya yang lumayan membuat asma mama saya kambuh. Kunjungan kedua dengan warga kelas Bahasa bersama Bapak Guru Sejarah tahun 1993an, saat itu senang sekali karena jadi tahu lebih banyak tentang Borobudur. Kunjungan terakhir tahun 2015 bersama suami dan anak umur saya berumur 6 tahun. Tidak terasa lagi tingginya tanjakan, mungkin karena sudah banyak renovasi dan penataan ulang, juga tidak terlalu panas, walaupun saya tetap menyarankan untuk datang di pagi hari. Tapi yang paling mencolok adalah banyaknya penjaja dagangan di Borobudur ini dan kita digiring untuk keluar melalui labirin pedagang yang puanjanggggggnyaaaaaa!!!! Aduhhh, anak saya yang suka jalan saja sampai keok, jadinya gantian saya dan suami gendong belakang JJJ

Borobudur sebenarnya berada di wilayah Magelang Propinsi Jawa Tengah, tepatnya 3KM dari Mungkid ibu kota Magelang. Tapi orang lebih banyak mengira Borobudur adalah bagian dari Jogjakarta, kira-kira kalau dari jogja jaraknya 40KM. Candi ini dibangun awalnya pada 770 Masehi dan Berakhir pada 825 Masehi, saat Raja Samaratungga dari kerajaan Mataram berkuasa, dan berakhir pada masa pemerintahan PramudhaWardani, mereka dibawah dinasti Syailendra. Arsitek hebat yang merancangnya adalah Gunadharma.

Luas dasar Borobudur 123M x 123M dan tinggi sekarang 35M dari awalnya 42M. Borobudur ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu dari World Heritage. Merupakan Candi / kuil Budha terbesar di dunia. Candi ini biasa disebut juga Candi Stupa dan merupakan Candi Agama Budha aliran Mahayana.

Borobudur di temukan oleh Gubenrnur Jendral Inggris yang sedang bertugas di tanah Jawa bernama Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814. Bila kita mau tahu sejarah dan mengamati satu-satu riliefnya di sepanjang dinding candi, ada baiknya kita mulai tour dari sisi timur dan bergerak searah jarum jam, makin naik keatas. Pada bagian bawah akan terlihat rilief yang menggambarkan hawa nafsu manusia ( Kamadhatu ), kemudian di tingkat atas akan ada rilief yang menggambarkan ranah berwujud ( Rupadhatu ) dan paling atas ranah tidak berwujud ( Arupadhatu ).

Terlepas dari cerita sejarah dan Budaya dari Candi Borobudur ini, kita patut berbangga bahwa bagsa kita Indonesia sudah besar sejak jaman dulu. Alangkah memalukannya bila sekarang bagsa kita dikalahkan dengan bangsa yang akar budayanya tidak sekuat kita. Sejak 30 tahun lalu hingga sekarang saya masih bisa memandang bangga akan mahakarya Bangsa Indonesia. Borobudur sampai sekarang masih digunakan oleh umat Budha untuk persembahyangan saat Waisak, dan merupakan monumen Candi yang terbanyak di kunjungi di dunia.

Note : Sumber Wikipedia

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Jogja and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s