Nyepi di Bali ( Silence Day )

Ogoh-ogoh

Ogoh-ogoh

Nyepi adalah hari Raya umat Hindu yang di rayakan setiap Tahun Baru Saka. Berasal dari kata Sepi ( Sunyi, Senyap ). Tidak ada kegiatan sama sekali pada saat Nyepi, termasuk pelayanan umum seperti bandara dan lalu lintas yang di tutup. Banyak teman saya mengira saat Nyepi adalah waktunya saya libur dan beristirahat. Bagi kami yang bekerja di Hotelier dan Rumah sakit tidak ada istilah libur saat Nyepi. Kami bekerja full shift di hari H dan biasanya sudah harus stay di Hotel dari H-1

Pada awal-awal saya di Bali kita masih bisa nonton TV tapi sekarang Chanel TV sudah di blok maka yang bisa dilakukan di rumah ada nonton DVD atau pakai TV Satelit. Bagi yang punya bayi biasanya dapat dispensasi dari Banjar agar boleh menyalakan satu lampu di kamar ( walaupun masih harus menutupi jendela agar cahaya tidak menembus keluar ). Trend yang terjadi di Bali saat ini adalah keluarga menikmati libur Nyepi dengan stay di Hotel. Simple ya…tidak perlu siap-siap belanja makanan, tidak perlu menutupi jendela, tidak juga perlu bergelap-gelapan.

Nyepi tahun ini jatuh pada 9 March 2016, merupakan Nyepi saya yang ke 14 kali di Bali. Biasanya H-1 atau saat pengerupukan ( malam sebelum Nyepi ) sehabis nonton ogoh-ogoh saya langsung menginap di Hotel tempat saya bertugas. Tahun ini saya mau coba cara lain, saya berangkat ke hotel pada pukul 4 dini hari. Rupanya jalanan cukup ramai meskipun gelap. Banyak juga pegawai hotel yang berangkat dini hari karena batas terakhir berkendara adalah pukul 6 pagi. Kalau lebih dari pukul 6 masih jalan-jalan kita akan diangkut pecalang dan di bawa ke Banjar untuk dapat denda atau hukuman. Tapi jangan khawatir bila ada keadaan Gawat darurat, kita masih bisa ijin untuk ke Rumah Sakit.

Mungkin bila sudah tidak tinggal di Bali saya akan merindukan saat-saat Nyepi ini. Ada dua hal yang akan saya ingat pertama adalah 2 – 3 hari sebelum Nyepi, Mini Market dan Supermarket akan dibanjiri konsumen yang belanja untuk nyepi. Awal-awalnya saya juga ikutan belanja gila yang seperti akan Nyepi satu Bulan lamanya ( padahal hanya semalam hehehe ). Hal kedua yang ditunggu-tunggu adalah Pawai Ogoh-ogoh yang diarak di jalan sebelum dibakar di kuburan. Ogoh-ogoh adalah patung yang terbuat dari kertas yang merupakan perwujudan dari Buta ( raksasa) atau angkara murka. Dengan dibakar merupakan simbol penyucian diri untuk menyambut Tahun Baru.

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Bali and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s