I Love My Job

Bekerja 16 tahun di bidang Spa tidak akan mungkin saya jalani bila saya tidak mencintai pekerjaan tersebut. Karena saya bukan orang yang aji mumpung, atau punya prinsip dari pada tidak …lebih baik…. Bagi saya kalau sesuatu tidak membuat saya happy, enjoy ya jangan diteruskan. Bukannya saya tidak pernah mencoba pekerjaan lain, pernah sih…saya pernah coba di trading, pernah self omployee, tapi akhirnya balik lagi ke Spa, karena saya menemukan passion di pekerjaan ini. Berlatar belakang Sarjana Sospol, sebenarnya gak ada nyambung-nyambungnya dengan dunia Spa. Tapi tidak dapat dipungkiri, ilmu yang kita dapat saat di University banyak membantu kita dalam negosiasi, Public Relation dan membuat kita lebih open minded dan mau mendengarkan serta bisa dikritik.

Karir saya dimulai sebagai secretary CEO dari sebuah Perusahaan Spa Consultant. Kemudian saya di promosikan sebagai Assistant Spa Manager, lalu Spa Manager. Saya bertahan 3 tahun di perusahaan ini, kemudian pindah di perusahaan lain yang menurut saya lebih menantang dengan menjadi opening team dari sebuah Spa Baru. Dalam 16 tahun karir saya, ada 4 perusahaan besar yang menjadi tempat saya bekerja dan belajar banyak hal. Dari Spa theory, Spa Treatment, Management, Accounting, Human Resources, bahkan menjadi Assesor Spa. Belum lagi keberhasilan di bidang pencapaian materi yang semua itu benar-benar berkat yang saya syukuri. Bagi banyak orang mungkin pencapaian saya bukan apa-apa, tapi bagi saya itu adalah kemurahan Tuhan yang diberikan kepada saya sekeluarga.

Sering saya briefing staff saya apalagi yang masih baru, janganlah malu dengan pekerjaan anda. Jadi therapist mungkin kasarnya orang akan menyamakan dengan tukang pijet, tapi kalian adalah profesional therapist, kalian di training untuk menjadi yang terbaik. Bila malu dengan pekerjaan, sebaiknya jangan dilanjutkan berhenti saja daripada menjadi benalu dan mengganggu pekerjaan teman yang lain. Therapist adalah skill yang tidak dimiliki banyak orang, tidak seperti menyapu halaman, menjaga toko atau kasir yang bisa seminggu dipelajari. Pelajaran menjadi therapist itu seumur hidup, mengatasi banyak tamu dari berbagai negara bukan hal yang mudah. Dengan berjalannya waktu dan banyaknya jam terbang semakin bertambah keahlian seorang therapist, dengan catatan…..bila dia mencintai pekerjaannya. Bila tidak yaaa….yang penting pijet, bayar ..selesai. Gak mikir nanti tamunya happy apa gak, akan balik lagi atau tidak..well that’s two diffrent type of Therapist.

Intinya apapun pekerjaan anda mulailah belajar untuk mencintai pekerjaan itu. Dengan mencintai pekerjaan kita tentunya akan sepenuh hati bekerja dan memberikan yang terbaik yang kita bisa. Bila saat anda akan berangkat bekerja ada rasa malas atau segan itu tandanya anda tidak happy kerja. Cobalah untuk introspeksi diri, apakah anda tidak suka suasana kerjanya, teman-teman anda di kantor, boss anda atau pekerjaan anda. Dari situ cobalah untuk berkompromi dengan diri anda sendiri,
• bila anda tidak cocok dengan teman di kantor tapi anda suka dengan pekerjaanya cobalah membuka diri. Bisa jadi bukan mereka tapi andalah yang menjadi sumber masalah, bila perlu bicaralah pada boss anda. Manager tempat anda bekerja bukanlah hanya sebagai boss tapi juga Bapak / Ibu pelindung anda, mintalah solusi pada mereka.
• Tapi yang parah bila anda bermasalah dengan boss anda, perlu diketahui tidak semua boss adalah pemimpin yang baik. Semua orang bisa jadi pemimpin tapi tidak semua pemimpin itu bisa menjadi pemimpin yang baik. Pemimpin yang baik itu tidak diciptakan tapi “ Born to be a Leader “ itu bagi saya ya….karena pemimpin yang baik itu menyangkut karakter seseorang. Kalau karakternya sudah cacat ya bagaimana mau jadi pemimpin yang baik? Kalau problemnya di Boss anda, silahkan hubungi Human Resources ya….supaya ada pencerahan begitu 🙂 🙂 🙂
• Bila yang menjadi sumber masalah adalah pekerjaan anda, segeralah berganti pekerjaan. Saat anda menyadari anda selalu berganti-ganti pekerjaan dan umur anda menua, disanalah kita dapati anda tidak pernah mencintai pekerjaan anda. Anda hanya bekerja demi uang atau agar tidak menjadi pengangguran saja. Akan berbeda dengan orang yang punya passion dengan pekerjaannya. Ada berapa banyak CEO, General Manager atau Manager yang dulunya berkarir dari bawah. Kenapa mereka bisa mencapai Top position? Karena mau belajar, tidak menyerah, punya ambisi dan passion tentunya.

Saya tidak pernah berpendapat bahwa yang selamanya jadi therapist itu tidak punya passion, karena saya banyak menemukan therapist senior yang saking cintanya dengan pekerjaan sampai tidak ingin di promosikan menjadi Receptionist bahkan Manager. Bagi mereka mungkin promosi akan membuat mereka banyak memikirkan management dan laporan-laporan administrasi, mereka lebih suka di operasional dengan menhandle tamu saja…ini namanya pilihan hidup jadi ya ok saja… 😉

So guys…apapun pekerjaanmu sekarang cobalah untuk mencintainya, jadi saat bekerja anda happy, banyak uang dan awet muda… itu kan yang anda inginkan instead of stress, marah-marah dan cepat tua 😛 SELAMAT BEKERJA!!!!

Advertisements

About Nandha

No one responsible to makes you happy, but you. One of them is with traveling/ vacation. So..lets start your journey guys :)
This entry was posted in Bali and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to I Love My Job

  1. Kadek Yuni says:

    👍👍 apa kabar bu Nanda.
    Foto foto di fb keliatan tambah seger dan sehat banget !! Keep in healthy ibu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s