What to do at Lembongan & Ceningan ( Chapter 1 )

Well …what to do if we trip to Island? Ya jelas wisata pantai ya… Bagi yang tidak suka tantangan, yang liburannya majority visit ke Mall..saya sarankan untuk tidak ke Lembongan. Disini seperti liburan di kepulauan yang dilihat ya …pantai. Bagusnya di Lembongan dan Ceningan pantainya bersih-bersih. Hanya saja ikan hias bisa kita temukan agak ke tengah laut, bukan dipinggiran seperti layaknya di Palau atau Maldive.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Sewa motor atau bugy then jalan-jalan keliling pulau. Keliling Pulau bisa ditempuh hanya dalam waktu seharian, karena Lembongan dan Ceningan kecil. Tapi kalau mau sambil santai-santai tinggalah lebih lama. Yang kami lakukan kemarin saat tiba di Jungut Batu beach adalah ambil sewaan motor. Setelah itu kita cari hotel kita dulu biar bisa naruh barang dan ganti pakaian yang udah basah kuyup kena air laut. Basah? Iyalah..karena saat naik boat di Sanur ombaknya cukup tinggi jadi basah sampai celana dalam hehehe. Hari itu hujan, jadi…Lembongan yang katanya panas, dalam dua hari kami disana jadinya dingin karena mendung dan hujan melulu. Untungnya ada juga terangnya, kalau gak bisa batal main di Pantai selama dua hari L Selesai makan siang kami memutuskan untuk explore Ceningan terlebih dahulu. Jadi urutanya seperti dibawah ini :

Yellow Bridge

Yellow Bridge

Jembatan kuning ini menjadi penghubung antara Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan. Jembatan yang sempat roboh tahun lalu itu sudah diperbaiki dan diperkokoh strukturnya. Yellow Bridge hanya bisa dilewati pejalan kaki dan motor, tidak oleh mobil. Jadi kalau ada mobil di Ceningan itu diangkut pake kapal ya dari main Island ( denpasar sono ), tapi bukan via Sanur melainkan lewat Padang Bay. Jangan lupa untuk narsis disini ya, karena warna jembatannya ngejreng jadi pas di foto kelihatan kontras. Keren dhe pokoknya J

Blue Lagoon

Benar-benar cocok namanya. Birunya toska..nah toska itu biru atau hijau J anyway…pemandangan darisini bagus banget instagramable kalau dapat view yang tepat ya. Karena ini di tebing jadi hati-hati jangan sampai hanya kepengen narsis trus nyemplung 😛

Ceningan Point

Ceningan Clift Jump

Disini dulu pernah ada Clift Jumping, jadi lompat dari atas tanpa tali langsung nyemplung ke laut. Berhubung banyak memakan korban, karena tebingnya mulai curam akibat abrasi maka ditutup. Airnya juga berwarna torquise, ombaknya besar..viewnya kereennn banget. Tapi jangan kaget ya perjuangan untuk sampai kesini alamak hehehehe….sedikit offroad pake motor.

Secret Point

Secret Bay

Pantai ini lumayan landai, hanya saja kalau mau masuk kesini harus lewat restaurant jadi kalau gak makan direstaurant itu gak enak mlipir kesini. Nama restaurantnya secret bay restaurant. Asik disini, pantainya sepi, kalau mau renang gak menakutkan ombaknya.

Sebenarnya masih banyak pantai atau spot yang bisa kita kunjungi di Ceningan, karena disini dan Lembongan setiap ada gang masuk aja udah pasti nembus pantai. Hari ini sudah sore dan kami memutuskan untuk balik ke Lembongan. Ditengah jalan saat masih mau nyari Flying fox yang menghubungkan Lembongan dan Ceningan tiba-tiba hujan lebat. Jadinya berteduh di Bale seorang Bapak dipinggir jalan. Bapak itu sempat ngomong “ HERAN juga ya, ngapain turis sampai 2000 orang sehari datang kesini. Padahal gak ada apa-apa disini?” Ya elaaahhh si Bapak…harusnya bersyukur karena banyak pemasukan di pulau Bapak ini. Tapi mungkin karena dia lahir dan besar disini ya, jadi alam yang indah sudah dianggap biasa sama dia 😛 Bagusnya disini Pantainya masih bersih dan beberapa spot sepi turis, jadi bisa dipakai leyeh-leyeh santai di pantai gitu dhe….

 

Advertisements
Posted in Bali, Beach | Tagged , , , , , | Leave a comment

Trip to Lembongan and Ceningan

Sanur Harbour

Saya berasa sudah seperti orang Bali saja, 17 tahun tinggal dan bekerja di Bali hampir semua tempat wisata sudah saya kunjungi. Yang katanya main stream sampai yang anti mainstream 😛 Tapi saya baru tahu kalau di Bali ada pulau yang namanya Lembongan dan Ceningan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya saya pikir itu masuk wilayah Lombok, yang saya tahu Bali punya Nusa penida saja hehehe Kuperrrr!!! Atau lebih tepatnya KUPIK..alias kurang piknik 😀 Sampai suatu ketika Nunung ( temen satu tempat kerja ) cerita tentang trip kesana. Saya lihat foto-fotonya kok keren ya..akhirnya bercita-cita kalau pas ada libur pengen sekeluarga main kesana.

Jadilah saat liburan sekolah anak tahun ini kita pastikan kesana. Dari browsing hotel, how to get there, tempat makan mana saja yang asik, berapa budget yang harus disediakan dan wisatanya mau kemana saja. Bersyukur banget jaman sekarang apa-apa bisa cari info di internet. Ditambah info dari Nunung tentang estimasi biaya, harga boat plus seorang teman yang mau nemenin kita liburan kesana. Kebetulan Stevan ( namanya ) sudah tiga kali ke Lembongan, jadi berasa sudah siap banget liburan kali ini.

Yellow Bridge

Kalau mau ke Lembongan otomatis kita akan dengan mudah ke Ceningan, karena dua pulau itu dihubungan dengan Yellow Bridge atau yang biasa disebut juga Jembatan Cinta. Entah kenapa namanya begitu, mungkin karena banyaknya pasangan yang menyempatkan diri foto berdua setiap kali melewati jembatan ini. Jembatan ini sempat ambruk setahun lalu katanya dan dibangun lagi dengan lebih kokoh. Bisa juga langsung naik boat ke Nusa Penida dari Lembongan hanya Rp. 40.000 sekali jalan. Kalau mau trip sehari saja di Nusa Lembongan dan Ceningan bisa banget, pagi naik fast boat yang paling pagi dari Sanur jam 8.00 dan balik dari Lembongan yang boat paling sore jam 5.00. Tapi kalau mau santai-santai menikmati hari ambil trip yang dua hari satu malam, jadi malamnya menginap di Lembongan atau Ceningan.

Berapa biaya yang diperlukan? Gak banyak kok, saya kasih gambarannya ya… Untuk boat satu orang PP Sanur – Nusa Lembongan paling mahal Rp. 200.000, bahkan bisa dapat Rp. 150.000 saat low season. Untuk anak dibawah 12 tahun dapat harga PP Rp. 150.000. Itu belinya langsung ke loket ya, disepanjang pantai Sanur banyak loket yang jual. Kalau lewat Tour Desk paling murah PP kena Rp. 300.000. Tinggal pilih aja jam berangkat dan kapal operatornya. Ada Sri Rejeki, Scooter, Rock dan banyak lagi. Mereka punya jam keberangkatan masing-masing. Mau naik Kapal nelayan juga boleh tapi waktunya jadi satu jam, kalau naik fast boat hanya 30 minutes.
Kemudian hotel atau penginapan dari Rp. 200.000 / day ( penginapan atau guest house )sampai Rp. 700.000 / day( ini sudah Hotel bintang 3 atau villa ). Kalau yang lebih mahal lagi juga ada, biasanya karena viewnya laut atau bisa melihat langsung sunset/sun rise dari balcony. Tinggal pilih saja ekspetasinya apa, jadi kalau bayar Rp. 200.000 ya jangan berharap kamarnya menghadap pantai dan ada air panasnya ya… 😛 Kalau saya sih…view gak usah bagus, kan kita tinggal keluar dikit udah dapat pantai, yang penting ada AC udah passss!!! Makan disana antara RP.25.000/ porsi untuk makan standard ( mie goreng, nasi goreng ) sampai yang Rp. 80.000/ porsi di fancy restaurant. Sewa motor selama di Lembongan antara Rp. 70.000 – Rp. 100.000/ day tergantung kenal apa gak sama yang nyewain hahahaha 

Sudah, segitu aja…gak banyak kan…tapi worth it kok bagi kami, kalau yang gak berani naik boat ya jangan…karena saat ombak pasang kalian akan sangat terguncang-guncang. Mau naik dari Sanur pake perjuangan dihempas hempas ombak dikit, diatas boat dikocok – kocok perutnya, naik dari lembongan pas sore jalan dulu agak ke tengah karena airnya surut jadi kapal gak bisa sandar di bibir pantai. Mau turun di pantai Sanur pas sore and ombak pasang waduhhh…lebih seru, karena ombaknya jauh lebih gede hahaha…Justin sampai harus digendong pas turun dari boat di pantai Sanur takutnya nyungsep. Untuk detail tempat wisata yang bisa dikunjungi akan saya tulis di chapter selanjutnya ya. Happy reading…:)

Posted in Bali, Beach | Tagged , , , | Leave a comment

Movie

Saya termasuk orang yang menyukai semua genre film. Dari komedi, action, horor, roman sampai film kartun, semua ok saja yang penting ceritanya atau actionnya bagus. Ini mungkin ketularan Almarhum papa saya yang memang suka nonton. Sejak saya SD setiap hari nontonin film silat/ kungfu series yang saat itu emang happening banget  Saya bisa lho…gak belajar padahal besoknya ada ulangan demi menamatkan serial kungfu yang di sewa papa saat itu. Mama akan ngomel-ngomel dan papa dengan tenangnya bilang, “ Biarin saja dia nonton, ulangan besok pasti bisa.” Hehehe..masa kecil yang menyenangkan… Mungkin ini juga yang membuat saya sekarang tidak terlalu memaksakan Justin harus belajar tiap hari demi nilai yang spektakuler. Yang penting masa kecil bahagia, masa depan gilang gemilang..hehehe. Saat beranjak remaja saya mulai menyukai film drama, tapi lebih sukanya drama komedi. Semakin kesini fiksi ilmiah dan action yang bikin saya gak kedip nontonnya. Untung punya suami yang suka nonton juga, kebetulan suami saya suka semua genre sampai karun juga kita hobby hahaha…cucokkkk boo!!!

Kalau tidak sempat piknik, nonton adalah salah satu wahana yang bisa dipakai untuk stress release. Setelah capek kerja berhari-hari, nonton film bagus sangat membantu kita buat rileks. Dulu saya beranggapan ngapain nonton film sedih? Bukannya hidup sudah susah, nonton film sedih hanya bikin saya nangis dan ikutan sedih. Mending nonton komedi, bisa ketawa-ketawa ngilangin stress. Tapi lagi-lagi saat sudah bertambah umur, saya menyadari bahwa banyak hal yang bisa kita petik dari sad movies. Kadang kita perlu pembersihan rohani, atau mengikis kerak di hati dengan sentuhan lembut dari film yang kita tonton. Jangan lupa …menangis bagus untuk membersihkan mata, dan dengan menangis secara tidak sengaja banyak beban juga yang bisa release, mengalir keluar bersama air mata.

Kalau nonton film horor kadang saya suka sebel kalau hantunya yang menang. Lha…ngapain ada pengusiran arwah oleh pendeta/ pastor atau Kyai kalau yang ngusir malah ikutan kerasukan atau malah mati. Masak jadinya yang Baik kalah sama yang jahat, jadi kepikiran…jangan-jangan yang buat film orang-orang atheis atau malah anti-christ  weeewwww…!!!!!

Saya, suami dan anak lagi tergila-gila sama kartun Naruto, kebetulan kita nonton dari awal. Hanya saja sebelnya pas di TV Swasta Indonesia film ini gak pernah sampai tamat. Kalau sudah sampai pertarungan Madara dan Obito pasti diulang lagi hadeeehhhh…!!! Jadi kepikiran mau beli filmnya langsung dari Jepang sana hehehe. Adakah yang punya seri lengkapnya? Mau dong pinjem atau di kopiin 😛

Posted in Bali | Tagged , , , , , | Leave a comment

Mancing di Keramba

Keramba

Lama gak nulis, tanya kenapa? Karena lama gak piknik hahaha. Akhirnya kesampaian piknik di dekat rumah yaitu mancing di Pantai Serangan. Saya sudah sering mancing, kadang di tambak, di sungai, tepi laut ( pantai ) tapi di keramba baru kali ini.

Tahukah kamu apa itu keramba? Keramba adalah tempat pemancingan terapung di tengah laut yang terbuat dari drum yang diikat jadi satu sehingga terapung. Kemudian atasnya dilapisi kayu agar mudah sebagai tempat pijakan. Disetiap keramba biasanya ada warung kecil yang menyediakan mie instant dan kopi panas…aseeeekkkk dah pokoknya 

Ngopi-ngopi cantik 😛

Suami saya menyarankan untuk minum obat anti mabuk sebelum berangkat mancing. Alasannya…karena mancing di keramba itu seperti mancing diatas kapal layar atau jukung..terombang ambing di lautan gitu…hahaha saya pikir…waaahhhh pasti keren itu!!!! Dan benar saja…emang keren. Beruntung anak saya top markotop, kami bertiga gagah perkasa!!! Gak Mabuk 😛 entah karena obatnya, entah karena kondisi bagus ya…pokoknya dengan ombak gede gitu kami baik-baik saja.

Persiapan mancing kami super detail, celana panjang, topi, lengan panjang. Air mineral, nasi kuning, air kelapa kemasan, dan sandwitch. Masuk dari arah bypass Ngurah Rai, kearah Serangan lurus, masuk sampai ke perkampungan tepi pantai. Nyewa Jukung yang perkepalanya Rp. 25.000 bakalan diantar PP tepi pantai-keramba-tepi pantai. Ada banyak keramba rupanya, dan pemiliknya beda-beda pula. Satu orang dikenai biaya Rp. 10.000 diatas keramba sepuasnya disana. Awalnya kita memilih keramba paling luar, artinya makin menuju laut lepas. Disini ombaknya gede…ada speed boat lewat kita terpontang panting. Seneng sih…tapi ikannya jadi kabur, setengah hari disini kami hanya dapat ikan cotek kecil-kecil. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah keramba ke arah lebih tepi, walahhhhh…..kok kemruyukkkk!!! Full of people bo…. 😀 Salah waktu ini…kalau liburan atau hari minggu jangan lah kesini, full!

Dengan sisa waktu dua jam di keramba Pak Mokoh akhirnya dapat Ikan Cotek yang lebih besar, ikannya lucu kalau dipancing bunyi ngok….ngokkk…gitu… ( ini ikan apa babi hihihihi ). Justin juga dapat lebih banyak ikan disini. Akhirnya mancing dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore menghasilkan tangkapan yang lumayan, badan gosong dan hati yang gembira  Kapan-kapan harus dicoba lagi, karena rupanya rasa ikan cotek itu enak 😛 Mari memancing…..

Ikan Cotek hasil pancingan

Posted in Bali | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pandawa Beach

Pantai ini terletak di desa Kutuh, Kuta Selatan Badung Bali. Saya mendengar namanya sekitar 4 tahun yang lalu saat masih overseas di Palau Micronesia. Saat itu suami dan anak mengunggah foto pantai ini di Facebook. Saya lihat pantainya bersih, pasirnya putih, bibir pantainya luas dan ada wisata Kano. Saya bilang ke suami, saat pulang ke Bali nanti minta diajak kesana. Saat saya balik ke Bali, rupanya pantai pandawa sudah sangat booming. Menurut teman-teman yang berkunjung kesana, pantai ini penuh dengan turis domestik, tidak lagi sepi seperti foto yang sempat di capture suami saya 4 tahun yang lalu. Banyak yang merasa tidak nyaman karena lautan manusia yang setiap hari berkunjung ke Pandawa. Saya yang rute jalan ke kantornya lewat jalur menuju Pantai Pandawa memang selalu melihat bus-bus penuh turis domestik menuju Pandawa, dan itu hampir setiap hari 😛

Yang penting bisa foto "Terbang "

Yang penting bisa foto “Terbang “

Namanya belum pernah ya…tetep juga kepengen lihat seperti apa sih Pantai Pandawa yang Spektakuler itu. Akhirnya saat pulang kantor saya dan beberapa anak kantor memutuskan untuk kesana, yaaa…paling gak biar tahu aja lah seperti apa sih Pantainya. Jalan menuju kesana relatif mudah, hanya perlu lewat Jalan Dharmawangsa lurus saja menuju Uluwatu nanti akan ada plang besar yang menunjukan arah Pantai pandawa. Sesampai disana benar saja …bus-bus, mobil pribadi dan motor sudah berjejer…ramaiiii boooo!!!! Dan ini belum terhitung liburan, pantas saja kalau saat musim liburan kayak cendol kita umpek-umpekan di pantai 😀 Tiket masuknya Rp.8000 per orang dan motor kena Rp. 10.000.

The Sand

The Sand

Pengunjungnya mayoritas memang anak sekolah yang sedang liburan, dari Kulon Progo dan Sleman ( jogjakarta ) sampai Bojonegoro :P. Ada banyak kios / warung yang berjualan makanan ringan dan minuman jadi jangan takut kelaparan dan kehausan. Di Pantai ini pasirnya agak membingungkan saya, karena campuran antara pasir merica kasar seperti di serangan dan pasir halus seperti di Kuta. Mungkin ada yang di urug atau memang ada dua jenis seperti itu kurang tahu saya. Rupanya disini bisa lihat sunset di bibir pantai sebelah kanan. Sebenarnya sih iya…pantainya lumayan bagus, tapi karena terlalu ramai saya jadi tidak bisa menikmati susananya hehehe. Jadi ya…cukup sekali saja saya kesana, kecuali kalau ngantar tamu ya lain lagi ceritanya 
Terlepas dari ramainya pengunjung, sebenarnya pantai ini bisa dipakai alternatif lain buat wisata pantai selain kuta ( yang macet ) karena lumayan bagus buat selfie dengan banyaknya dinding padas putih di kiri kanan dan bibir pantai yang landai. Saran saya bila memang ingin kesini, jangan saat liburan ya…capek mata kita, pusing kayak mengunjungi mall di malam minggu 😛

Posted in Cuisine | Leave a comment