Hobbies

Muffen Nutella

Apa itu hobby? Hobby adalah kegemaran, suatu kegiatan yang bila dilakukan akan mengakibatkan si pelaku menjadi bahagia atau gembira. Itu menurut definisi saya ya…  Hobby saya sejak kecil sudah kelihatan yaitu berkebun dan mengoleksi ( saya suka perangko dan mata uang ). Seiring bertambahnya umur hobby saya bertambah dengan memasak dan jalan-jalan. Koleksi perangko dan mata uang masih saya lanjutkan hanya saja karena kesibukan agak jarang saya otak atik. Berkebun masih saya lakukan tapi juga tidak bisa setiap minggu saya merawat kebun. Jalan-jalan harus dilakukan paling tidak setahun sekali agar fresh dan mengurangi stress. Memasak ini yang bisa dilakukan setiap hari, dengan catatan kalau lagi gak capek hehehe!

Saat kita melakukan hobby kita, maka hormone yang menyebabkan kebagiaan akan bekerja, disanalah kita merasa senang dan bahagia akhirnya jadi awet muda πŸ˜› Kalau berkebun saya bisa melakukannya seharian, dari pagi sampai sore heheeh…hasilnya kebun jadi cantik, saya jadi sehat. Iyalah..karena sehari setelah berkebun maka lengan dan paha serta pantat saya sakit semua. Rasanya seperti habis lari maraton atau ngeGYM. Rupanya gerakan kita angkat, duduk, berdiri, jongkok…itu semua sama dengan olah raga. Saat kebun terlihat rapi dan bunga-bunga mulai mekar, senangggnyaaaa!!! Bagi orang lain mungkin biasa saja ya, tapi bagi penghobi itu yang membuat bahagia.

Begitu juga dengan barang koleksi entah itu koleksi perangko, mata uang, mug, tumbler, kristal semua itu membangkitkan good mood buat yang mengoleksi. Saat saya membuka buka album koleksi perangko saya, saya bisa sekalian menceritakan pada anak saya darimana saya mendapatkannya. Koleksi mata uang saya juga sedang saya siapkan untuk dibingkai untuk menjadi hiasan dinding. Seneng aja lihatnya, apalagi pake acara tukar-tukaran sama teman atau usaha yang kita lakukan untuk mendapatkannya.

Peanut Cookies

Hobby masak ini sekarang sedang giat saya lakukan. Selain untuk mengasah kemampuan saya juga untuk tambahan uang bikin kitchen set hahaha. Lho kok bisa? Iya..saat anak saya ikut kelas interpreneur kami berdua sepakat membuat brand β€œTroy’s Kitchen”. Saya yang bikin kue dia yang jual ke teman-temannya. Hasilnya ditabung buat bikin Kitchen Set nuansa merah hitam yang sudah kami berdua siapkan gambarnya  Baru membayangkan saja kami berdua sudah bahagia πŸ˜› Saya belajar memasak dan bikin kue dari mama saya, kemudian saya kembangkan sendiri dengan rajin nyobain resep-resep di internet. Kadang resep itu bohongin kita, kadang jadinya gak enak kadang spektakuler  so…saya rajin coba-coba dan mencatat mana yang benar-benar enak dan layak untuk dijual. Saya rajin membawa ke kantor juga untuk percobaan. Siapa tahu ada yang suka dan kemudian pesen ( dan ini selalu berhasil…. !). Namanya juga hobby ya, jadi saat resep baru yang dicoba itu berhasil suenengggnyaaaaa!! Itulah namanya hobby… 

Orderan sampai ke Maldive

Hobby jalan-jalan selain dipakai buat ngilangin stres juga bisa dijadikan sumber penghasilan lho..Banyak Travel bloger sekarang yang berpenghasilan besar dulunya adalah penghobi jalan-jalan. Mereka menulis pengalamannya dalam blog dan berhasil dibukukan. Saya sih gak ngimpi jadi travel bloger kenamaan, tapi dengan menulis cerita jalan-jalan saya di blog dan dibaca oleh orang yang memerlukan sebagai referensi, itu aja saya sudah senang. Setidaknya memberi informasi bagi yang membutuhkan.

Jadi sejauh ini, hobby masaklah yang bisa menghasilkan uang bagi saya. Karena saya belum pernah berhasil menjual bunga atau buah hasil tanaman kebun saya  Juga belum menjadi blogger kenamaan. So apa hobby kamu? Kembangkanlah selagi bisa dan sedini mungkin, dengan mengikuti passionmu dan berkerja nantinya dibidang itu maka kamu tidak akan pernah bosan dengan pekerjaanmu. You will love your job a lot. Trust me!!!

 

Posted in Bali, Cuisine | Tagged , , , , | Leave a comment

Where to Eat at Lembongan Island

Sebenarnya untuk ukuran makan di Lembongan lumayan harganya. Gak bisa dibilang murah karena standardnya sama dengan di main Island Bali. Kalau buat makan di warung lalapan atau warung di jalan bisa per porsi Rp. 20.000 sampai Rp. 40.000. Kami sempat makan di warung tempat home stay Bunut Bali, makananya enak dan lumayan murah. Kita bisa ngopi-ngopi cantik disini, sambil ngobrol sama mbak dan mas penjaganya yang ramah. Kalau kalian ambil hotel atau penginapan tanpa breakfast jangan khawatir karena banyak bisa dijumpai tempat sarapan, yang susah nyari adalah dagang gorengan  Di Jungut Batu saya hanya nemu satu saja hehehe.

Wake Wake Restaurant

Sebenarnya tujuan awal kami bukan makan disini, tapi di The Deck. Mau coba makan di The Deck karena banyak yang recommend. Sayangnya karena dari pagi hujan terus dan hanya berhenti sedikit-sedikit, maka ada 2 Table The Deck yang Out of Order. Meja lain full booo…!!! Akhirnya kami memutuskan untuk makan di restaurant dekat situ, namanya Wake Wake. Kenapa akhirnya kita milih makan disitu? Karena selain sama-sama di tebing Pantai Jungut Batu, design nya kelihatan chic dan bersih. Sayangnya niat kami buat makan sambil lihat sunset di Jungut Batu batal karena mendung tebal. Makanan disini cukup enak harganya standard antara Rp. 50.000 buat satu porsi Spaghetti Bolognesia dan Rp. 60.000 buat Fetuci Carbonara. Makanan Indonesia seperti Sate dan Kare Ayam dihargai Rp. 50.000. Beveragenya dikisaran Rp. 25.000 keatasKita puas makanya dan suka dengan suasananya. Kami menghabiskan sore dan malam disini sebelum akhirnya balik ke Hotel.

Panorama Restaurant

Makan disini masuk dalam salah satu bucket list saya, karena dari sini kita bisa lihat view daerah Jungut Batu dan Pantainya. Makanya tempat ini disebut sebagai bukit Panorama atau panorama View. Disekitaran sini banyak turis yang turun dari Boogie, motor atau bahkan pick up modivikasi untuk mengambil gambar dari bukit panorama. Kalau mau lebih leluasa motret dan gak kepanasan ya harus dari restaurantnya. Makanan disini termasuk mahal, mungkin karena dia jual viewnya ya. Untuk satu porsi nasi goreng dijual dengan harga Rp. 57.000 dan simple pasta Rp. 80.000. Mahal sih bagi saya hehehehe…untuk ukuran rasa yang segitu..Beverage juga Rp. 20.000an buat soft drink or Es jeruk. Banyak juga turis yang singgah di siang itu, tapi mayoritas hanya minum sambil menikmati viewnya. Walaupun makanan cukup mahal tapi saya sih tetap recomment buat nyoba makan disini ya. Sekali-sekali kan gak papa, biar pernah aja berasa liburan…. πŸ˜›

 

Posted in Cuisine | Tagged , , , | Leave a comment

What to do at Lembongan & Ceningan ( Chapter 2 )

Mushroom Beach
Musroom beach ini sudah kayak Legian aja…banyak banget turis bule disini. Bar dan kafe juga bertebaran dipinggir jalan. Disini ada ATM BRI, bisa narik kalau pas kehabisan cash. ATM BRI yang lain letaknya di Jungut Batu. Saya disarankan untuk banyak-banyak bawa uang tunai karena hanya ada 2 ATM di Lembongan. Tapi jangan khawatir, kebanyakan di restaurant atau Cafe besar mereka sudah menyediakan mesin EDC untuk Credit Card atau Debit.

Devil’s Tear


Teluk di Nusa Lembongan ini seperti Water Blow di Nusa Dua, biasa dikunjungi buat lihat air muncrat hehehe. Bedanya disini airnya berwarna Tosca kalau di water blow dark blue. Ramainya gak kira-kira, banyak banget turis kesini dan mayoritas dari Cina. Sampai susah kita mau cari spot selvie πŸ˜€ Tamu Cina yang kesini juga gak kira- kira cara berpakaiannya. Masa ya Island hoping pake bajunya grenje-grenje and rumbai-rumbai. Katanya sempat beberapa turis nyemplung di teluk ini karena dress/ syallnya keinjek lalu kehilangan keseimbangan.

Sandy Bay Beach
Disebelah Devil’s tear ada pantai yang cukup landai namanya Sandy Bay. Disini bisa dipakai buat renang. Ada restaurant dan hotel yang langsung menhadap ke pantai ini.

Mangrove Tour


Sebelum sampai di Nusa Lembongan, kami sudah berencana akan melakukan mangrove tour. Bukan karena kami belum pernah ke hutan mangrove, tapi lebih karena kali ini kita bisa tour pakai sampan. Kalau sebelumnya kami pernah tour mangrove jalan kaki, menyusuri jembatan-jembatan kayu ( di tanah kilap by pass Ngurah Rai ) kali ini mau coba yang lain. Pada hari terakhir di Lembongan pagi-pagi kita sudah siap sedia mau ke magrove…eeeehhhh gak tahunya gak bisa lewat, karena di daerah magrove lagi ada Upacara adat, sembahyang di Pura. Tapi saya tidak patah arang, kami ke arah selatan dari hutan bakau yang pertama, karena kemarinnya sempat lihat ada tour magrove di bagian selatan. Sampai disana benar saja..rupanya bisa tour magrove dari tempat yang tidak biasanya. Bapak yang mengantar kami sudah lumayan berumur, jadi saat dia minta Rp. 150.000 buat kami berempat satu sampan, langsung saja kami setuju. Awalnya saya pikir tour ini akan seperti naik sampan di sanur saat kanoan, atau di Palau, atau di hutan Kalimantan sana. Airnya tenang dan banyak cicitan burung …jadi suasananya hening-hening syahdu gitu….  elahhhdalaaahhh…lha kok ini terguncang dan berayun ayun ya hahahha…Seru sih sebenarnya, apalagi saat kami berada dibibir selat antara nusa lembongan dan nusa penida ombaknya lumayan besar. Tapi jadinya saya mabokkkk!!! Pusing, naik turun gitu….pas dihantam ombak juga hiiiiiii….serasa nelayan tradisional saya πŸ˜›

Gala – Gala

Ini disebut goa buatan, lebih tepatnya rumah dalam tanah. Walaupun hanya goa buatan, tapi sempatin kesini ya kalau sudah sampai lembongan. Karena ini unik, dibuat oleh Bapak Made Byasa saat usianya 75 tahun dan selesai saat usianya 90 tahun. Ada 7 jalan masuk dan keluar di goa ini silahkan pilih yang mana, saya sih pilih jalan masuk yang paling landai dan jalan keluar yang paling gampang πŸ˜› Hampir saja anak saya Justin yang berusia 8 tahun gak jadi ikutan turun. Dia jiper juga lihat tempatnya gelap dan harus turun dengan terjal. Setelah dibantu akhirnya dia berhasil, bahkan senang berlama-lama di dalam goa. I am very proud of him ❀ karena banyak juga yang tidak berani turun di goa ini, hanya menunggu teman atau ayahnya dari atas. Untuk history kenapa dibuatnya rumah dalam tanah ini, silahkan baca di image yang saya attach dibawah ini.

Berakhirlah liburan 2 hari kami di Lembongan dan Ceningan, untuk info tempat makan yang enak akan saya tulis di minggu depan.

 

Posted in Bali, Beach | Tagged , , , , , | Leave a comment

What to do at Lembongan & Ceningan ( Chapter 1 )

Well …what to do if we trip to Island? Ya jelas wisata pantai ya… Bagi yang tidak suka tantangan, yang liburannya majority visit ke Mall..saya sarankan untuk tidak ke Lembongan. Disini seperti liburan di kepulauan yang dilihat ya …pantai. Bagusnya di Lembongan dan Ceningan pantainya bersih-bersih. Hanya saja ikan hias bisa kita temukan agak ke tengah laut, bukan dipinggiran seperti layaknya di Palau atau Maldive.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Sewa motor atau bugy then jalan-jalan keliling pulau. Keliling Pulau bisa ditempuh hanya dalam waktu seharian, karena Lembongan dan Ceningan kecil. Tapi kalau mau sambil santai-santai tinggalah lebih lama. Yang kami lakukan kemarin saat tiba di Jungut Batu beach adalah ambil sewaan motor. Setelah itu kita cari hotel kita dulu biar bisa naruh barang dan ganti pakaian yang udah basah kuyup kena air laut. Basah? Iyalah..karena saat naik boat di Sanur ombaknya cukup tinggi jadi basah sampai celana dalam hehehe. Hari itu hujan, jadi…Lembongan yang katanya panas, dalam dua hari kami disana jadinya dingin karena mendung dan hujan melulu. Untungnya ada juga terangnya, kalau gak bisa batal main di Pantai selama dua hari L Selesai makan siang kami memutuskan untuk explore Ceningan terlebih dahulu. Jadi urutanya seperti dibawah ini :

Yellow Bridge

Yellow Bridge

Jembatan kuning ini menjadi penghubung antara Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan. Jembatan yang sempat roboh tahun lalu itu sudah diperbaiki dan diperkokoh strukturnya. Yellow Bridge hanya bisa dilewati pejalan kaki dan motor, tidak oleh mobil. Jadi kalau ada mobil di Ceningan itu diangkut pake kapal ya dari main Island ( denpasar sono ), tapi bukan via Sanur melainkan lewat Padang Bay. Jangan lupa untuk narsis disini ya, karena warna jembatannya ngejreng jadi pas di foto kelihatan kontras. Keren dhe pokoknya J

Blue Lagoon

Benar-benar cocok namanya. Birunya toska..nah toska itu biru atau hijau J anyway…pemandangan darisini bagus banget instagramable kalau dapat view yang tepat ya. Karena ini di tebing jadi hati-hati jangan sampai hanya kepengen narsis trus nyemplung πŸ˜›

Ceningan Point

Ceningan Clift Jump

Disini dulu pernah ada Clift Jumping, jadi lompat dari atas tanpa tali langsung nyemplung ke laut. Berhubung banyak memakan korban, karena tebingnya mulai curam akibat abrasi maka ditutup. Airnya juga berwarna torquise, ombaknya besar..viewnya kereennn banget. Tapi jangan kaget ya perjuangan untuk sampai kesini alamak hehehehe….sedikit offroad pake motor.

Secret Point

Secret Bay

Pantai ini lumayan landai, hanya saja kalau mau masuk kesini harus lewat restaurant jadi kalau gak makan direstaurant itu gak enak mlipir kesini. Nama restaurantnya secret bay restaurant. Asik disini, pantainya sepi, kalau mau renang gak menakutkan ombaknya.

Sebenarnya masih banyak pantai atau spot yang bisa kita kunjungi di Ceningan, karena disini dan Lembongan setiap ada gang masuk aja udah pasti nembus pantai. Hari ini sudah sore dan kami memutuskan untuk balik ke Lembongan. Ditengah jalan saat masih mau nyari Flying fox yang menghubungkan Lembongan dan Ceningan tiba-tiba hujan lebat. Jadinya berteduh di Bale seorang Bapak dipinggir jalan. Bapak itu sempat ngomong β€œ HERAN juga ya, ngapain turis sampai 2000 orang sehari datang kesini. Padahal gak ada apa-apa disini?” Ya elaaahhh si Bapak…harusnya bersyukur karena banyak pemasukan di pulau Bapak ini. Tapi mungkin karena dia lahir dan besar disini ya, jadi alam yang indah sudah dianggap biasa sama dia πŸ˜› Bagusnya disini Pantainya masih bersih dan beberapa spot sepi turis, jadi bisa dipakai leyeh-leyeh santai di pantai gitu dhe….

 

Posted in Bali, Beach | Tagged , , , , , | Leave a comment

Trip to Lembongan and Ceningan

Sanur Harbour

Saya berasa sudah seperti orang Bali saja, 17 tahun tinggal dan bekerja di Bali hampir semua tempat wisata sudah saya kunjungi. Yang katanya main stream sampai yang anti mainstream πŸ˜› Tapi saya baru tahu kalau di Bali ada pulau yang namanya Lembongan dan Ceningan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya saya pikir itu masuk wilayah Lombok, yang saya tahu Bali punya Nusa penida saja hehehe Kuperrrr!!! Atau lebih tepatnya KUPIK..alias kurang piknik πŸ˜€ Sampai suatu ketika Nunung ( temen satu tempat kerja ) cerita tentang trip kesana. Saya lihat foto-fotonya kok keren ya..akhirnya bercita-cita kalau pas ada libur pengen sekeluarga main kesana.

Jadilah saat liburan sekolah anak tahun ini kita pastikan kesana. Dari browsing hotel, how to get there, tempat makan mana saja yang asik, berapa budget yang harus disediakan dan wisatanya mau kemana saja. Bersyukur banget jaman sekarang apa-apa bisa cari info di internet. Ditambah info dari Nunung tentang estimasi biaya, harga boat plus seorang teman yang mau nemenin kita liburan kesana. Kebetulan Stevan ( namanya ) sudah tiga kali ke Lembongan, jadi berasa sudah siap banget liburan kali ini.

Yellow Bridge

Kalau mau ke Lembongan otomatis kita akan dengan mudah ke Ceningan, karena dua pulau itu dihubungan dengan Yellow Bridge atau yang biasa disebut juga Jembatan Cinta. Entah kenapa namanya begitu, mungkin karena banyaknya pasangan yang menyempatkan diri foto berdua setiap kali melewati jembatan ini. Jembatan ini sempat ambruk setahun lalu katanya dan dibangun lagi dengan lebih kokoh. Bisa juga langsung naik boat ke Nusa Penida dari Lembongan hanya Rp. 40.000 sekali jalan. Kalau mau trip sehari saja di Nusa Lembongan dan Ceningan bisa banget, pagi naik fast boat yang paling pagi dari Sanur jam 8.00 dan balik dari Lembongan yang boat paling sore jam 5.00. Tapi kalau mau santai-santai menikmati hari ambil trip yang dua hari satu malam, jadi malamnya menginap di Lembongan atau Ceningan.

Berapa biaya yang diperlukan? Gak banyak kok, saya kasih gambarannya ya… Untuk boat satu orang PP Sanur – Nusa Lembongan paling mahal Rp. 200.000, bahkan bisa dapat Rp. 150.000 saat low season. Untuk anak dibawah 12 tahun dapat harga PP Rp. 150.000. Itu belinya langsung ke loket ya, disepanjang pantai Sanur banyak loket yang jual. Kalau lewat Tour Desk paling murah PP kena Rp. 300.000. Tinggal pilih aja jam berangkat dan kapal operatornya. Ada Sri Rejeki, Scooter, Rock dan banyak lagi. Mereka punya jam keberangkatan masing-masing. Mau naik Kapal nelayan juga boleh tapi waktunya jadi satu jam, kalau naik fast boat hanya 30 minutes.
Kemudian hotel atau penginapan dari Rp. 200.000 / day ( penginapan atau guest house )sampai Rp. 700.000 / day( ini sudah Hotel bintang 3 atau villa ). Kalau yang lebih mahal lagi juga ada, biasanya karena viewnya laut atau bisa melihat langsung sunset/sun rise dari balcony. Tinggal pilih saja ekspetasinya apa, jadi kalau bayar Rp. 200.000 ya jangan berharap kamarnya menghadap pantai dan ada air panasnya ya… πŸ˜› Kalau saya sih…view gak usah bagus, kan kita tinggal keluar dikit udah dapat pantai, yang penting ada AC udah passss!!! Makan disana antara RP.25.000/ porsi untuk makan standard ( mie goreng, nasi goreng ) sampai yang Rp. 80.000/ porsi di fancy restaurant. Sewa motor selama di Lembongan antara Rp. 70.000 – Rp. 100.000/ day tergantung kenal apa gak sama yang nyewain hahahaha 

Sudah, segitu aja…gak banyak kan…tapi worth it kok bagi kami, kalau yang gak berani naik boat ya jangan…karena saat ombak pasang kalian akan sangat terguncang-guncang. Mau naik dari Sanur pake perjuangan dihempas hempas ombak dikit, diatas boat dikocok – kocok perutnya, naik dari lembongan pas sore jalan dulu agak ke tengah karena airnya surut jadi kapal gak bisa sandar di bibir pantai. Mau turun di pantai Sanur pas sore and ombak pasang waduhhh…lebih seru, karena ombaknya jauh lebih gede hahaha…Justin sampai harus digendong pas turun dari boat di pantai Sanur takutnya nyungsep. Untuk detail tempat wisata yang bisa dikunjungi akan saya tulis di chapter selanjutnya ya. Happy reading…:)

Posted in Bali, Beach | Tagged , , , | Leave a comment