Mancing di Keramba

Keramba

Lama gak nulis, tanya kenapa? Karena lama gak piknik hahaha. Akhirnya kesampaian piknik di dekat rumah yaitu mancing di Pantai Serangan. Saya sudah sering mancing, kadang di tambak, di sungai, tepi laut ( pantai ) tapi di keramba baru kali ini.

Tahukah kamu apa itu keramba? Keramba adalah tempat pemancingan terapung di tengah laut yang terbuat dari drum yang diikat jadi satu sehingga terapung. Kemudian atasnya dilapisi kayu agar mudah sebagai tempat pijakan. Disetiap keramba biasanya ada warung kecil yang menyediakan mie instant dan kopi panas…aseeeekkkk dah pokoknya 

Ngopi-ngopi cantik πŸ˜›

Suami saya menyarankan untuk minum obat anti mabuk sebelum berangkat mancing. Alasannya…karena mancing di keramba itu seperti mancing diatas kapal layar atau jukung..terombang ambing di lautan gitu…hahaha saya pikir…waaahhhh pasti keren itu!!!! Dan benar saja…emang keren. Beruntung anak saya top markotop, kami bertiga gagah perkasa!!! Gak Mabuk πŸ˜› entah karena obatnya, entah karena kondisi bagus ya…pokoknya dengan ombak gede gitu kami baik-baik saja.

Persiapan mancing kami super detail, celana panjang, topi, lengan panjang. Air mineral, nasi kuning, air kelapa kemasan, dan sandwitch. Masuk dari arah bypass Ngurah Rai, kearah Serangan lurus, masuk sampai ke perkampungan tepi pantai. Nyewa Jukung yang perkepalanya Rp. 25.000 bakalan diantar PP tepi pantai-keramba-tepi pantai. Ada banyak keramba rupanya, dan pemiliknya beda-beda pula. Satu orang dikenai biaya Rp. 10.000 diatas keramba sepuasnya disana. Awalnya kita memilih keramba paling luar, artinya makin menuju laut lepas. Disini ombaknya gede…ada speed boat lewat kita terpontang panting. Seneng sih…tapi ikannya jadi kabur, setengah hari disini kami hanya dapat ikan cotek kecil-kecil. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah keramba ke arah lebih tepi, walahhhhh…..kok kemruyukkkk!!! Full of people bo…. πŸ˜€ Salah waktu ini…kalau liburan atau hari minggu jangan lah kesini, full!

Dengan sisa waktu dua jam di keramba Pak Mokoh akhirnya dapat Ikan Cotek yang lebih besar, ikannya lucu kalau dipancing bunyi ngok….ngokkk…gitu… ( ini ikan apa babi hihihihi ). Justin juga dapat lebih banyak ikan disini. Akhirnya mancing dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore menghasilkan tangkapan yang lumayan, badan gosong dan hati yang gembira  Kapan-kapan harus dicoba lagi, karena rupanya rasa ikan cotek itu enak πŸ˜› Mari memancing…..

Ikan Cotek hasil pancingan

Posted in Bali | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Pandawa Beach

Pantai ini terletak di desa Kutuh, Kuta Selatan Badung Bali. Saya mendengar namanya sekitar 4 tahun yang lalu saat masih overseas di Palau Micronesia. Saat itu suami dan anak mengunggah foto pantai ini di Facebook. Saya lihat pantainya bersih, pasirnya putih, bibir pantainya luas dan ada wisata Kano. Saya bilang ke suami, saat pulang ke Bali nanti minta diajak kesana. Saat saya balik ke Bali, rupanya pantai pandawa sudah sangat booming. Menurut teman-teman yang berkunjung kesana, pantai ini penuh dengan turis domestik, tidak lagi sepi seperti foto yang sempat di capture suami saya 4 tahun yang lalu. Banyak yang merasa tidak nyaman karena lautan manusia yang setiap hari berkunjung ke Pandawa. Saya yang rute jalan ke kantornya lewat jalur menuju Pantai Pandawa memang selalu melihat bus-bus penuh turis domestik menuju Pandawa, dan itu hampir setiap hari πŸ˜›

Yang penting bisa foto "Terbang "

Yang penting bisa foto “Terbang “

Namanya belum pernah ya…tetep juga kepengen lihat seperti apa sih Pantai Pandawa yang Spektakuler itu. Akhirnya saat pulang kantor saya dan beberapa anak kantor memutuskan untuk kesana, yaaa…paling gak biar tahu aja lah seperti apa sih Pantainya. Jalan menuju kesana relatif mudah, hanya perlu lewat Jalan Dharmawangsa lurus saja menuju Uluwatu nanti akan ada plang besar yang menunjukan arah Pantai pandawa. Sesampai disana benar saja …bus-bus, mobil pribadi dan motor sudah berjejer…ramaiiii boooo!!!! Dan ini belum terhitung liburan, pantas saja kalau saat musim liburan kayak cendol kita umpek-umpekan di pantai πŸ˜€ Tiket masuknya Rp.8000 per orang dan motor kena Rp. 10.000.

The Sand

The Sand

Pengunjungnya mayoritas memang anak sekolah yang sedang liburan, dari Kulon Progo dan Sleman ( jogjakarta ) sampai Bojonegoro :P. Ada banyak kios / warung yang berjualan makanan ringan dan minuman jadi jangan takut kelaparan dan kehausan. Di Pantai ini pasirnya agak membingungkan saya, karena campuran antara pasir merica kasar seperti di serangan dan pasir halus seperti di Kuta. Mungkin ada yang di urug atau memang ada dua jenis seperti itu kurang tahu saya. Rupanya disini bisa lihat sunset di bibir pantai sebelah kanan. Sebenarnya sih iya…pantainya lumayan bagus, tapi karena terlalu ramai saya jadi tidak bisa menikmati susananya hehehe. Jadi ya…cukup sekali saja saya kesana, kecuali kalau ngantar tamu ya lain lagi ceritanya 
Terlepas dari ramainya pengunjung, sebenarnya pantai ini bisa dipakai alternatif lain buat wisata pantai selain kuta ( yang macet ) karena lumayan bagus buat selfie dengan banyaknya dinding padas putih di kiri kanan dan bibir pantai yang landai. Saran saya bila memang ingin kesini, jangan saat liburan ya…capek mata kita, pusing kayak mengunjungi mall di malam minggu πŸ˜›

Posted in Cuisine | Leave a comment

One Day Pass at ClubMed Nusa Dua

Club Med Nusa Dua adalah hotel bintang empat di kawasan elite BTDC yang tamunya mendapat fasilitas all inclusive. Dengan membayar sekitar 18 juta per orang untuk tinggal selama 7 hari, fasilitas yang ditawarkan adalah :
β€’ Gourmet Dining ( free untuk makan di restaurant dengan makanan Asia dan Western )
β€’ Premium open bar ( including wine, beer and spirit )
β€’ Activities ( Water sport such as kayaking, snorkeling, and boat cruise. Archery, Circus etc )
β€’ Kids Club

Tentu saja harga diatas sering dapat lebih murah bila kita book via oline, dapat sekitar Rp. 11.300.000 an dari harga 18 juta. Kamarnya tidak terlalu besar dan mewah tetapi tinggal disini memang dikondisikan untuk menikmati liburan di dalam hotel. Itulah sebabnya banyak aktifitas yang ditawarkan. Untuk menikmati semua aktifitas tersebut tanpa harus menginap bisa dilakukan dengan membeli One Day Pass atau Haft Day Pass. One day pass seharga Rp. 650.000/ orang, kita sudah bisa menikmati makan siang buffet yang banyak macamnya dari masakan Indonesia, China, Korea, Eropa, bermacam salad, Soft drink, coffee, tea, juice, pastry, bermacam keju dan buah. Belum lagi free flow untuk minum di Kintamani Bar, Beach Bar dan Deck bar. Well I am really sactified with the food and drink πŸ˜€

Untuk One day pass dimulai pukul 10.30 kita harus telpon sehari sebelumnya untuk book, saat datang akan diminta KTP atau passport sebagai bukti. Untuk haft day dimulai pukul 13.00. kita bisa renang sepuasnya, makan sepuasnya dan minum sampai bodo  Bagus untuk mengajak anak kita kesini, karena aktifitas yang ditawarkan seperti Water Sport, memanah dan futsal akan membuat mereka bertemu dengan anak-anak dari berbagai belahan dunia. Yang sayangnya anak saya lebih memilih renang dan menghabiskan waktu dengan orang tuanya dibanding gaul dengan mereka πŸ˜›

Sebenarnya water sport yang kami incar adalah snorkling, sayangnya Justin masih berumur 7 tahun dan minimum harus diatas 11 tahun untuk bisa ikut kegiatan ini. Jadi ya hanya renang, santai di pantai …relax…enjoy holiday… Overall untuk stay atau hanya menggunakan Day Pass Clubmed ini sangat saya rekomendasikan. Pelayanan bagus, ramah, makanan enak, suasana atau ambiencenya bagus…gak rugi lah ya ngeluarin dana segitu. Bila bosan liburan dengan hiruk pikuk kota, atau tidak ingin ikutan tour kesana kemari, Clubmed highly recommended to accomodate your need. Booking bisa dilakukan direct ke ClubMed Bali Nusa Dua kawasan BTDC lot 6 Badung Bali, telp 0361-771521 atau cek di web site mereka. Selamat berlibur…

Posted in Bali | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Amaroosa Hotel ( Hotel Review )

Wide Room

Wide Room

Saya tahu hotel bintang empat ini masih baru, karena saat saya mau berangkat ke Palau 4 tahun yang lalu hotel ini masih tahap finishing. Jadi saya agak heran juga saat baca di comment online yang banyak bilang hotelnya kotor dan sudah tua. Pernah ada niatan mau coba pakai hotel ini buat liburan keluarga saat weekend, tapi karena banyak comment gak bagus maka saya pakai hotel lain. Tiba-tiba pucuk di cinta ulampun tiba, ada teman yang menawarkan untuk pakai hotel ini. Nah…kalau ditawarin ya pasti maju jalan ya…hehehe!

Executive Room

Executive Room

Hotel ini berlokasi di Taman Mumbul, Jl. Kebo Iwa No. 2, Nusa Dua, Kuta Sel., Kabupaten Badung, Bali, Indonesia, Phone: +62 361 8468877. Bisa booking via telepon, online website atau pakai online travel agent. Karena sedang low season maka hotel ini banyak menawarkan paket-paket murah. Sebenarnya SAYANG BANGET hotel ini tidak dipelihara dengan baik. Karena kamarnya luas, yang executive Suite aja luas kamarnya 36M2. Tipe kamarnya ada Executives Suite, Royal Suite, Pool Suites dan Family Suites. Total kamar ada 60. Bahan dan design yang digunakan kualitas bagus, tapi ya seperti yang saya bilang tadi…tidak di pelihara dengan baik. Entah karena ownernya tidak di tempat atau bagaimana, kok hotel dengan kualitas bagus seperti ini jadinya sepi banget. Saat kami menginap disana hanya ada 4 kamar yang terisi. Harusnya marketing hotel dan Operation bisa kerja lebih giat dengan maintenance beberapa kamar dulu agar layak dijual dan meminimalkan bad reviews yang sering di posting online. Karena dengan banyaknya comment negative tamu jadi urung untuk stay di Hotel ini. Kalau mau jual meeting dengan harga murah atau buat acara perpisahan anak sekolah bisa juga agar F&B dan banquetnya jalan. Biar ada kehidupan gitu lho…kasihan propertinya.

Kalau saya boleh bilang ya, saya suka hotel ini. Kamar luas, pelayanannya juga ramah. Dengan minimnya tamu, sarapan yang di tawarkan bukan buffet tapi Ala carte. Kamar luas dengan kasur King size yang nyaman dan bahan linen yang bagus. Dalam kamar terdapat Sofa bed yang bisa dipakai untuk tidur. Kamar ini bisa menampung 4 orang tanpa kesan sempit. AC juga berfungsi dengan baik, begitu juga air panas. Kebersihan kamar cukup bersih, itu comment positifnya.

Negativenya juga ada, karena sepinya tamu maka staff pada sibuk main HP ( mungkin mereka lelah ya πŸ˜› ) dari security, bell boy sampai FO sibuk main HP, sampai harus saya sapa baru mereka sadar. Di kamar saya tisue dan amenities lengkap, di kamar Mama saya di sebelah, tisue gak ada tapi ada microwave. Detail pemeliharaan di hotel ini kurang, contohnya tempat tissue yang banyak noda ( kebetulan mereka pakai warna putih ).Tempat parkir juga kurang memadai karena dibelakang hotel dan pinggir jalan, walaupun Bali aman tapi takut juga dikit. Lobby berbau lembab, mungkin karena peletakkan pool yang teduh disebelah Lobby ya?

Swimming pool

Swimming pool

Kalau ditanya puaskah saya tinggal di hotel ini? Ya saya puas, tidak seburuk yang dikatakan di online review. Apakah saya akan kembali kesini, ya tentu saja mengapa tidak? Hotel ini bagus untuk liburan keluarga juga Romantic Vacation. Hanya saja nanti sebelum book saya akan telepon pihak hotel untuk memastikan kamar saya lengkap dan bersih. Apalagi kalau low season…saya patut mendapat kamar yang terbaik bukan?

Pool

Pool

Posted in Bali, Hotel Review | Tagged , , , , , | Leave a comment

Wisata Kuliner Jakarta

Sebenarnya kami tidak banyak mencoba makanan yang ada di jakarta, karena memang niatnya jalan-jalan. Juga karena kami tinggal di rumah kakak ipar jadi lebih sering makan di rumah. Tapi dalam kesempatan jalan itu ada juga yang bisa kami nikmati, dan salah satunya adalah makanan khas Betawi β€œKerak Telur”. Cucokkkk dahhh!!!!!

Kerak Telur – Monas
Salah satu cita-cita saya saat berkunjung ke Jakarta selain naik ke puncak Monas adalah mencoba makanan khas Betawi, KERAK TELUR langsung di tempatnya, di Jakarta. Ada sih kerak telur di Bali tapi saya maunya yang di Jakarta ( hehehe maksa pokoknya ). Untungnya saat panas-panas dan capek habis turun dari Monas kita nemu penjual kerak telur di sekitaran tempat makan di Lenggang Jakarta.

Cara membuat kerak telur ini unik juga, terus terang ini adalah kali pertama saya melihat dan mencicipi makan unik ini. Pertama Nasi ketan yang sudah di rendam digoreng tanpa minyak pada wajan yang sudah dipanasi menggunakan anglo. Anglo adalah tungku terbuat dari gerabah/ tanah liat yang bahan bakarnya arang. Kemudian dimasukkan telur mentah satu butir, boleh telur bebek boleh telur ayam ( harganya berbeda ). Setelahnya ditaburi sawur atau serundeng ( Kelapa parut yang disangrai dan diberi bumbu ), sawurnya bisa pilih pedas atau tidak. Kemudian di balik, terus matang dan dibungkus atau disajikan. Enaknya makan saat panas-panas, satu saja sudah kenyang sampai malam πŸ™‚ Harganya Rp. 20.000 – 25.000 / bungkus.

Lenggang Jakarta – Monas

Ditempat ini kalau belum sarapan mau naik monas sarapan dulu ya disini, biar kuat disiksa saat antri naik ke puncak hehehe. Sistemnya disini kita beli voucher dulu, kemudian diisi mau Rp. 100.000 sampai berapa kita mau. Kalau habis bisa di Top Up, dan kartu yang digunakan adalah Etoll atau E-Money jadi bisa dipakai untuk bayar tol juga. Makanan yang dijajakan bervariasi dan rasanya lumayan juga. Gak murah sih…tapi gak mahal juga, standar Food Center gitu dhe!!!

Bandar Jakarta – Ancol

Saat itu sudah sore, kami baru habis putar-putar Monas dan Kota tua. Teman mengajak ketemuan di Bandar Jakarta Ancol. Saya tanya ke teman, ada apa di Bandar Jakarta? Karena dalam benak saya, Bandar Jakarta adalah pelabuhan jadi pasti banyak kapal dan ikan, amis gak? Hahahaha…rupanya Bandar Jakarta adalah Restaurant Sea Food. Ya emang benar ada kapal yang bisa kami gunakan untuk berlayar, ada ikan juga…banyak…sea food yang siap kami santap hehehe. Disini seperti di Kedonganan di Bali, pilih…timbang…kemudian di masak sesuai selera kami, di asam manis, bakar, goreng dsb. Tapi harganya jauh lebih mahal dari Bali ya friends 😦 Masakannya enak bangetttssss….TOP MARKOTOP dah… Udang masak madunya enak banget..ini favorit saya. Cumi goreng tepung ( Calamari ring ) juga gak keras. Ikan bakar juga enak, bumbunya meresap. Kerangnya juga matang sempurna, gak ada yang gak enak, very recomend dhe…! Selesai makan, kami naik kapal keliling sekitaran malam-malam hehehe…ini gak gratis ya.. bayar Rp.. 200.000 untuk sekitaran dan Rp. 400.000 untuk yang agak jauhan. Kakak ipar saya awalnya gak mau ikutan, saat dipaksa-paksa akhirnya mau…dan gak papa kok. Karena angin tidak terlalu kencang jadi ombak juga hampir tidak ada. Anak saya mah seneng banget kalau urusan beginian πŸ˜› Terima kasih sekali lagi ya Auntie for makes it happend ❀ ❀ ❀

American Grill – Artha Gading
Hari ini pas hari terakhir kami di Jakarta, setelah dari TMII kami meluncur ke Artha Gading mau makan siang dulu. Tempat yang kami pilih sesuai rekomendasi teman dicobalah American Grill. Ini restaurant Steak, dan harganya bagi saya ya….mahal…sayangnya pelayanan agak kurang sesuai dengan harganya. Pelayannya ramah sih iya…tapi kurang cekatan. Piring, sendok dan garpu tidak disiapkan, sampai akhirnya makanan datang kami harus minta dulu baru disediakan. Makanan keluarnya luamaaaa….padahal saat itu tidak terlalu ramai. Makanannya enak sih iya, but with those prices ya…I expected more πŸ˜€ Untung lho ya…kami gak ketinggalan pesawat gara-gara makanannya lama hihihi…. Alhamdulilah banget…Puji Tuhan, Liburan kami di Jakarta kali ini banyak dibantu oleh my betsie….terima kasih sekali lagi buat Auntie-nya Jt, for sharing and caring…GBU and Family. For sure we will be back to Jakarta untuk menyelesaikan yang tertunda, DUFAN and Jungle Land, lanjut ke Bandung untuk Kawah Putih dan Tangkuban Perahu. Next time…we will…

Posted in Cuisine, Jakarta | Tagged , , , , , , | Leave a comment