Di tahun 2019 kemarin saya tidak menulis sama sekali, kangen sebenarnya ..tapi kesibukan ditempat kerja yang baru mengakibatkan saya tidak bisa piknik. Dan walaupun sempat piknis tipis-tipis, saya gak sempat nulis 😀 Baru hari ini kepikiran betapa menulis bisa menimbulkan hasrat untuk liburan lagi, dan tanpa sadar kita akan mengupayakan hal itu terjadi.
Apa yang terjadi saat kita jarang piknik? Bagi sebagian orang yang lebih suka menghabiskan waktunya sendirian di kamar atau belanja di Mall, mungkin tak piknik tak masalah. Tapi sebenarnya dengan jarang piknik kita jadi kuper, pikiran cupet ( cetek ) dan mudah marah. Beda dengan manusia-manusia yang rajin piknik, mereka lebih sumringah dan bisa banyak memahami atau lebih tepatnya toleransi terhadap sesama atau sesuatu.
Kalau dilihat logikanya, dengan banyak berkeliling daerah ( baik dalam maupun luar negeri ) kita banyak melihat kelebihan dan kekurangan manusia, peradaban, bahkan kualitas SDM dan fasilitas tempat yang kita kunjungi. Jadi kita akan lebih bisa memahami, kenapa makanan kita gak panas saat disajikan, kenapa handuk dan sprei kita di hotel tidak bisa tiap hari di laundry ( Save the Earth ), atau ketika tidak ada sikat gigi di toilet hotel ( kalau ini sih saya masih complain 🙂 hehehe ).
Dengan berlibur kita bisa lebih dekat dengan keluarga, membangun kedekatan yang selama kita bekerja mungkin jadi merenggang, jarang ketemu dan cerita-cerita. Bahagia deh intinya…setidaknya bagi saya….. Dengan pengalaman satu tahun kemarin, maka ditahun ini salah satu resolusi saya adalah MENULIS LAGI. Dan agar tulisan saya bisa bervariasi dan tidak garing, artinya saya harus lebih banyak jalan-jalan.
Jadi…rencana sudah dibuat, cuti disiapkan…selanjutnya kita lihat apakah bisa dilaksanakan atau tidak. Mari bantu saya dengan doa 😛













