What to do at Lembongan & Ceningan ( Chapter 2 )

Mushroom Beach
Musroom beach ini sudah kayak Legian aja…banyak banget turis bule disini. Bar dan kafe juga bertebaran dipinggir jalan. Disini ada ATM BRI, bisa narik kalau pas kehabisan cash. ATM BRI yang lain letaknya di Jungut Batu. Saya disarankan untuk banyak-banyak bawa uang tunai karena hanya ada 2 ATM di Lembongan. Tapi jangan khawatir, kebanyakan di restaurant atau Cafe besar mereka sudah menyediakan mesin EDC untuk Credit Card atau Debit.

Devil’s Tear


Teluk di Nusa Lembongan ini seperti Water Blow di Nusa Dua, biasa dikunjungi buat lihat air muncrat hehehe. Bedanya disini airnya berwarna Tosca kalau di water blow dark blue. Ramainya gak kira-kira, banyak banget turis kesini dan mayoritas dari Cina. Sampai susah kita mau cari spot selvie πŸ˜€ Tamu Cina yang kesini juga gak kira- kira cara berpakaiannya. Masa ya Island hoping pake bajunya grenje-grenje and rumbai-rumbai. Katanya sempat beberapa turis nyemplung di teluk ini karena dress/ syallnya keinjek lalu kehilangan keseimbangan.

Sandy Bay Beach
Disebelah Devil’s tear ada pantai yang cukup landai namanya Sandy Bay. Disini bisa dipakai buat renang. Ada restaurant dan hotel yang langsung menhadap ke pantai ini.

Mangrove Tour


Sebelum sampai di Nusa Lembongan, kami sudah berencana akan melakukan mangrove tour. Bukan karena kami belum pernah ke hutan mangrove, tapi lebih karena kali ini kita bisa tour pakai sampan. Kalau sebelumnya kami pernah tour mangrove jalan kaki, menyusuri jembatan-jembatan kayu ( di tanah kilap by pass Ngurah Rai ) kali ini mau coba yang lain. Pada hari terakhir di Lembongan pagi-pagi kita sudah siap sedia mau ke magrove…eeeehhhh gak tahunya gak bisa lewat, karena di daerah magrove lagi ada Upacara adat, sembahyang di Pura. Tapi saya tidak patah arang, kami ke arah selatan dari hutan bakau yang pertama, karena kemarinnya sempat lihat ada tour magrove di bagian selatan. Sampai disana benar saja..rupanya bisa tour magrove dari tempat yang tidak biasanya. Bapak yang mengantar kami sudah lumayan berumur, jadi saat dia minta Rp. 150.000 buat kami berempat satu sampan, langsung saja kami setuju. Awalnya saya pikir tour ini akan seperti naik sampan di sanur saat kanoan, atau di Palau, atau di hutan Kalimantan sana. Airnya tenang dan banyak cicitan burung …jadi suasananya hening-hening syahdu gitu….  elahhhdalaaahhh…lha kok ini terguncang dan berayun ayun ya hahahha…Seru sih sebenarnya, apalagi saat kami berada dibibir selat antara nusa lembongan dan nusa penida ombaknya lumayan besar. Tapi jadinya saya mabokkkk!!! Pusing, naik turun gitu….pas dihantam ombak juga hiiiiiii….serasa nelayan tradisional saya πŸ˜›

Gala – Gala

Ini disebut goa buatan, lebih tepatnya rumah dalam tanah. Walaupun hanya goa buatan, tapi sempatin kesini ya kalau sudah sampai lembongan. Karena ini unik, dibuat oleh Bapak Made Byasa saat usianya 75 tahun dan selesai saat usianya 90 tahun. Ada 7 jalan masuk dan keluar di goa ini silahkan pilih yang mana, saya sih pilih jalan masuk yang paling landai dan jalan keluar yang paling gampang πŸ˜› Hampir saja anak saya Justin yang berusia 8 tahun gak jadi ikutan turun. Dia jiper juga lihat tempatnya gelap dan harus turun dengan terjal. Setelah dibantu akhirnya dia berhasil, bahkan senang berlama-lama di dalam goa. I am very proud of him ❀ karena banyak juga yang tidak berani turun di goa ini, hanya menunggu teman atau ayahnya dari atas. Untuk history kenapa dibuatnya rumah dalam tanah ini, silahkan baca di image yang saya attach dibawah ini.

Berakhirlah liburan 2 hari kami di Lembongan dan Ceningan, untuk info tempat makan yang enak akan saya tulis di minggu depan.

 

Posted in Bali, Beach | Tagged , , , , , | Leave a comment

What to do at Lembongan & Ceningan ( Chapter 1 )

Well …what to do if we trip to Island? Ya jelas wisata pantai ya… Bagi yang tidak suka tantangan, yang liburannya majority visit ke Mall..saya sarankan untuk tidak ke Lembongan. Disini seperti liburan di kepulauan yang dilihat ya …pantai. Bagusnya di Lembongan dan Ceningan pantainya bersih-bersih. Hanya saja ikan hias bisa kita temukan agak ke tengah laut, bukan dipinggiran seperti layaknya di Palau atau Maldive.

Jadi apa yang bisa kita lakukan? Sewa motor atau bugy then jalan-jalan keliling pulau. Keliling Pulau bisa ditempuh hanya dalam waktu seharian, karena Lembongan dan Ceningan kecil. Tapi kalau mau sambil santai-santai tinggalah lebih lama. Yang kami lakukan kemarin saat tiba di Jungut Batu beach adalah ambil sewaan motor. Setelah itu kita cari hotel kita dulu biar bisa naruh barang dan ganti pakaian yang udah basah kuyup kena air laut. Basah? Iyalah..karena saat naik boat di Sanur ombaknya cukup tinggi jadi basah sampai celana dalam hehehe. Hari itu hujan, jadi…Lembongan yang katanya panas, dalam dua hari kami disana jadinya dingin karena mendung dan hujan melulu. Untungnya ada juga terangnya, kalau gak bisa batal main di Pantai selama dua hari L Selesai makan siang kami memutuskan untuk explore Ceningan terlebih dahulu. Jadi urutanya seperti dibawah ini :

Yellow Bridge

Yellow Bridge

Jembatan kuning ini menjadi penghubung antara Pulau Lembongan dan Pulau Ceningan. Jembatan yang sempat roboh tahun lalu itu sudah diperbaiki dan diperkokoh strukturnya. Yellow Bridge hanya bisa dilewati pejalan kaki dan motor, tidak oleh mobil. Jadi kalau ada mobil di Ceningan itu diangkut pake kapal ya dari main Island ( denpasar sono ), tapi bukan via Sanur melainkan lewat Padang Bay. Jangan lupa untuk narsis disini ya, karena warna jembatannya ngejreng jadi pas di foto kelihatan kontras. Keren dhe pokoknya J

Blue Lagoon

Benar-benar cocok namanya. Birunya toska..nah toska itu biru atau hijau J anyway…pemandangan darisini bagus banget instagramable kalau dapat view yang tepat ya. Karena ini di tebing jadi hati-hati jangan sampai hanya kepengen narsis trus nyemplung πŸ˜›

Ceningan Point

Ceningan Clift Jump

Disini dulu pernah ada Clift Jumping, jadi lompat dari atas tanpa tali langsung nyemplung ke laut. Berhubung banyak memakan korban, karena tebingnya mulai curam akibat abrasi maka ditutup. Airnya juga berwarna torquise, ombaknya besar..viewnya kereennn banget. Tapi jangan kaget ya perjuangan untuk sampai kesini alamak hehehehe….sedikit offroad pake motor.

Secret Point

Secret Bay

Pantai ini lumayan landai, hanya saja kalau mau masuk kesini harus lewat restaurant jadi kalau gak makan direstaurant itu gak enak mlipir kesini. Nama restaurantnya secret bay restaurant. Asik disini, pantainya sepi, kalau mau renang gak menakutkan ombaknya.

Sebenarnya masih banyak pantai atau spot yang bisa kita kunjungi di Ceningan, karena disini dan Lembongan setiap ada gang masuk aja udah pasti nembus pantai. Hari ini sudah sore dan kami memutuskan untuk balik ke Lembongan. Ditengah jalan saat masih mau nyari Flying fox yang menghubungkan Lembongan dan Ceningan tiba-tiba hujan lebat. Jadinya berteduh di Bale seorang Bapak dipinggir jalan. Bapak itu sempat ngomong β€œ HERAN juga ya, ngapain turis sampai 2000 orang sehari datang kesini. Padahal gak ada apa-apa disini?” Ya elaaahhh si Bapak…harusnya bersyukur karena banyak pemasukan di pulau Bapak ini. Tapi mungkin karena dia lahir dan besar disini ya, jadi alam yang indah sudah dianggap biasa sama dia πŸ˜› Bagusnya disini Pantainya masih bersih dan beberapa spot sepi turis, jadi bisa dipakai leyeh-leyeh santai di pantai gitu dhe….

 

Posted in Bali, Beach | Tagged , , , , , | Leave a comment

Trip to Lembongan and Ceningan

Sanur Harbour

Saya berasa sudah seperti orang Bali saja, 17 tahun tinggal dan bekerja di Bali hampir semua tempat wisata sudah saya kunjungi. Yang katanya main stream sampai yang anti mainstream πŸ˜› Tapi saya baru tahu kalau di Bali ada pulau yang namanya Lembongan dan Ceningan sejak 2 tahun yang lalu. Awalnya saya pikir itu masuk wilayah Lombok, yang saya tahu Bali punya Nusa penida saja hehehe Kuperrrr!!! Atau lebih tepatnya KUPIK..alias kurang piknik πŸ˜€ Sampai suatu ketika Nunung ( temen satu tempat kerja ) cerita tentang trip kesana. Saya lihat foto-fotonya kok keren ya..akhirnya bercita-cita kalau pas ada libur pengen sekeluarga main kesana.

Jadilah saat liburan sekolah anak tahun ini kita pastikan kesana. Dari browsing hotel, how to get there, tempat makan mana saja yang asik, berapa budget yang harus disediakan dan wisatanya mau kemana saja. Bersyukur banget jaman sekarang apa-apa bisa cari info di internet. Ditambah info dari Nunung tentang estimasi biaya, harga boat plus seorang teman yang mau nemenin kita liburan kesana. Kebetulan Stevan ( namanya ) sudah tiga kali ke Lembongan, jadi berasa sudah siap banget liburan kali ini.

Yellow Bridge

Kalau mau ke Lembongan otomatis kita akan dengan mudah ke Ceningan, karena dua pulau itu dihubungan dengan Yellow Bridge atau yang biasa disebut juga Jembatan Cinta. Entah kenapa namanya begitu, mungkin karena banyaknya pasangan yang menyempatkan diri foto berdua setiap kali melewati jembatan ini. Jembatan ini sempat ambruk setahun lalu katanya dan dibangun lagi dengan lebih kokoh. Bisa juga langsung naik boat ke Nusa Penida dari Lembongan hanya Rp. 40.000 sekali jalan. Kalau mau trip sehari saja di Nusa Lembongan dan Ceningan bisa banget, pagi naik fast boat yang paling pagi dari Sanur jam 8.00 dan balik dari Lembongan yang boat paling sore jam 5.00. Tapi kalau mau santai-santai menikmati hari ambil trip yang dua hari satu malam, jadi malamnya menginap di Lembongan atau Ceningan.

Berapa biaya yang diperlukan? Gak banyak kok, saya kasih gambarannya ya… Untuk boat satu orang PP Sanur – Nusa Lembongan paling mahal Rp. 200.000, bahkan bisa dapat Rp. 150.000 saat low season. Untuk anak dibawah 12 tahun dapat harga PP Rp. 150.000. Itu belinya langsung ke loket ya, disepanjang pantai Sanur banyak loket yang jual. Kalau lewat Tour Desk paling murah PP kena Rp. 300.000. Tinggal pilih aja jam berangkat dan kapal operatornya. Ada Sri Rejeki, Scooter, Rock dan banyak lagi. Mereka punya jam keberangkatan masing-masing. Mau naik Kapal nelayan juga boleh tapi waktunya jadi satu jam, kalau naik fast boat hanya 30 minutes.
Kemudian hotel atau penginapan dari Rp. 200.000 / day ( penginapan atau guest house )sampai Rp. 700.000 / day( ini sudah Hotel bintang 3 atau villa ). Kalau yang lebih mahal lagi juga ada, biasanya karena viewnya laut atau bisa melihat langsung sunset/sun rise dari balcony. Tinggal pilih saja ekspetasinya apa, jadi kalau bayar Rp. 200.000 ya jangan berharap kamarnya menghadap pantai dan ada air panasnya ya… πŸ˜› Kalau saya sih…view gak usah bagus, kan kita tinggal keluar dikit udah dapat pantai, yang penting ada AC udah passss!!! Makan disana antara RP.25.000/ porsi untuk makan standard ( mie goreng, nasi goreng ) sampai yang Rp. 80.000/ porsi di fancy restaurant. Sewa motor selama di Lembongan antara Rp. 70.000 – Rp. 100.000/ day tergantung kenal apa gak sama yang nyewain hahahaha 

Sudah, segitu aja…gak banyak kan…tapi worth it kok bagi kami, kalau yang gak berani naik boat ya jangan…karena saat ombak pasang kalian akan sangat terguncang-guncang. Mau naik dari Sanur pake perjuangan dihempas hempas ombak dikit, diatas boat dikocok – kocok perutnya, naik dari lembongan pas sore jalan dulu agak ke tengah karena airnya surut jadi kapal gak bisa sandar di bibir pantai. Mau turun di pantai Sanur pas sore and ombak pasang waduhhh…lebih seru, karena ombaknya jauh lebih gede hahaha…Justin sampai harus digendong pas turun dari boat di pantai Sanur takutnya nyungsep. Untuk detail tempat wisata yang bisa dikunjungi akan saya tulis di chapter selanjutnya ya. Happy reading…:)

Posted in Bali, Beach | Tagged , , , | Leave a comment

Movie

Saya termasuk orang yang menyukai semua genre film. Dari komedi, action, horor, roman sampai film kartun, semua ok saja yang penting ceritanya atau actionnya bagus. Ini mungkin ketularan Almarhum papa saya yang memang suka nonton. Sejak saya SD setiap hari nontonin film silat/ kungfu series yang saat itu emang happening banget  Saya bisa lho…gak belajar padahal besoknya ada ulangan demi menamatkan serial kungfu yang di sewa papa saat itu. Mama akan ngomel-ngomel dan papa dengan tenangnya bilang, β€œ Biarin saja dia nonton, ulangan besok pasti bisa.” Hehehe..masa kecil yang menyenangkan… Mungkin ini juga yang membuat saya sekarang tidak terlalu memaksakan Justin harus belajar tiap hari demi nilai yang spektakuler. Yang penting masa kecil bahagia, masa depan gilang gemilang..hehehe. Saat beranjak remaja saya mulai menyukai film drama, tapi lebih sukanya drama komedi. Semakin kesini fiksi ilmiah dan action yang bikin saya gak kedip nontonnya. Untung punya suami yang suka nonton juga, kebetulan suami saya suka semua genre sampai karun juga kita hobby hahaha…cucokkkk boo!!!

Kalau tidak sempat piknik, nonton adalah salah satu wahana yang bisa dipakai untuk stress release. Setelah capek kerja berhari-hari, nonton film bagus sangat membantu kita buat rileks. Dulu saya beranggapan ngapain nonton film sedih? Bukannya hidup sudah susah, nonton film sedih hanya bikin saya nangis dan ikutan sedih. Mending nonton komedi, bisa ketawa-ketawa ngilangin stress. Tapi lagi-lagi saat sudah bertambah umur, saya menyadari bahwa banyak hal yang bisa kita petik dari sad movies. Kadang kita perlu pembersihan rohani, atau mengikis kerak di hati dengan sentuhan lembut dari film yang kita tonton. Jangan lupa …menangis bagus untuk membersihkan mata, dan dengan menangis secara tidak sengaja banyak beban juga yang bisa release, mengalir keluar bersama air mata.

Kalau nonton film horor kadang saya suka sebel kalau hantunya yang menang. Lha…ngapain ada pengusiran arwah oleh pendeta/ pastor atau Kyai kalau yang ngusir malah ikutan kerasukan atau malah mati. Masak jadinya yang Baik kalah sama yang jahat, jadi kepikiran…jangan-jangan yang buat film orang-orang atheis atau malah anti-christ  weeewwww…!!!!!

Saya, suami dan anak lagi tergila-gila sama kartun Naruto, kebetulan kita nonton dari awal. Hanya saja sebelnya pas di TV Swasta Indonesia film ini gak pernah sampai tamat. Kalau sudah sampai pertarungan Madara dan Obito pasti diulang lagi hadeeehhhh…!!! Jadi kepikiran mau beli filmnya langsung dari Jepang sana hehehe. Adakah yang punya seri lengkapnya? Mau dong pinjem atau di kopiin πŸ˜›

Posted in Bali | Tagged , , , , , | Leave a comment

Mancing di Keramba

Keramba

Lama gak nulis, tanya kenapa? Karena lama gak piknik hahaha. Akhirnya kesampaian piknik di dekat rumah yaitu mancing di Pantai Serangan. Saya sudah sering mancing, kadang di tambak, di sungai, tepi laut ( pantai ) tapi di keramba baru kali ini.

Tahukah kamu apa itu keramba? Keramba adalah tempat pemancingan terapung di tengah laut yang terbuat dari drum yang diikat jadi satu sehingga terapung. Kemudian atasnya dilapisi kayu agar mudah sebagai tempat pijakan. Disetiap keramba biasanya ada warung kecil yang menyediakan mie instant dan kopi panas…aseeeekkkk dah pokoknya 

Ngopi-ngopi cantik πŸ˜›

Suami saya menyarankan untuk minum obat anti mabuk sebelum berangkat mancing. Alasannya…karena mancing di keramba itu seperti mancing diatas kapal layar atau jukung..terombang ambing di lautan gitu…hahaha saya pikir…waaahhhh pasti keren itu!!!! Dan benar saja…emang keren. Beruntung anak saya top markotop, kami bertiga gagah perkasa!!! Gak Mabuk πŸ˜› entah karena obatnya, entah karena kondisi bagus ya…pokoknya dengan ombak gede gitu kami baik-baik saja.

Persiapan mancing kami super detail, celana panjang, topi, lengan panjang. Air mineral, nasi kuning, air kelapa kemasan, dan sandwitch. Masuk dari arah bypass Ngurah Rai, kearah Serangan lurus, masuk sampai ke perkampungan tepi pantai. Nyewa Jukung yang perkepalanya Rp. 25.000 bakalan diantar PP tepi pantai-keramba-tepi pantai. Ada banyak keramba rupanya, dan pemiliknya beda-beda pula. Satu orang dikenai biaya Rp. 10.000 diatas keramba sepuasnya disana. Awalnya kita memilih keramba paling luar, artinya makin menuju laut lepas. Disini ombaknya gede…ada speed boat lewat kita terpontang panting. Seneng sih…tapi ikannya jadi kabur, setengah hari disini kami hanya dapat ikan cotek kecil-kecil. Akhirnya kami memutuskan untuk pindah keramba ke arah lebih tepi, walahhhhh…..kok kemruyukkkk!!! Full of people bo…. πŸ˜€ Salah waktu ini…kalau liburan atau hari minggu jangan lah kesini, full!

Dengan sisa waktu dua jam di keramba Pak Mokoh akhirnya dapat Ikan Cotek yang lebih besar, ikannya lucu kalau dipancing bunyi ngok….ngokkk…gitu… ( ini ikan apa babi hihihihi ). Justin juga dapat lebih banyak ikan disini. Akhirnya mancing dari jam 9 pagi sampai jam 4 sore menghasilkan tangkapan yang lumayan, badan gosong dan hati yang gembira  Kapan-kapan harus dicoba lagi, karena rupanya rasa ikan cotek itu enak πŸ˜› Mari memancing…..

Ikan Cotek hasil pancingan

Posted in Bali | Tagged , , , , , , , | Leave a comment